Waspada, Serangan Virus Corona Menyasar Balita dan Anak di Indonesia

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Dua anak kakak beradik dari 3 bersaudara masing-masing berusia 4 dan 8 tahun warga Cileungsi, Kabupaten Bogor terkonfimasi. Hal ini disampaikan Bupati Bogor dan hasil investigasi Tim Terpadu Anak Indonesia Tangguh Melawan Covid-19. Kedua anak itu dan ibunya positif terinfeksi virus corona.

Menurut penjelasan Bupati Bogor, setelah dilakukan rapid test 14 April 2020 di salah satu rumah sakit di Bogor terhadap ibunya, hasilnya dinyatakan positif Corona. Kemudian kedua anak alami demam tinggi lebih dari 40, pada 15 April 2020. Dokter melakukan pemeriksaan secara intensif dan terukur di Rumah Sakit Kramat Jati. Hasilnya dinyatakan bahwa kedua anak tersebut positif tertular Virus Corona.

Dari pemeriksaan diketahui secara pasti bahwa sumber penularan Virus Corona itu kepada dua anak dan ibunya berasal dari pakaian ayah kedua anak itu yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlit di Senayan Jakarta.

Masih menurut keterangan yang diberikan Bupati Bogor, setelah diketahui hasil terhadap dua anak dan ibunya, kemudian 20 April 2020 kedua anak dan ibunya tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlit Senayan, Jakarta untuk mendapat tindakan medis yang cepat. Sementara ayah dan anak keduanya dinyatakan bebas dari Virus Corona.

Di tempat lain, Kutai Timur, Kalimantan Timur, sebuah media online, Akurasi Online, menerangkan bahwa Kadis Kesehatan Kutai Timur melaporkan ditemukan seorang balita 10 bulan terpapar Corona setelah dilakukan rapid test oleh RSUD Sangatta, Kutim. Balita tersebut dinyatakan positif terinfeksi Corona dan direkomendasikan untuk mendapatkan isolasi mandiri dalam keluarga.

Dalam kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kalimantan Timur juga mengabarkan kepada sejumlah media bahwa di Kaltim dilaporkan ditemukan 34 usia anak dalam posisi PDP virus Corona.

Dari beberapa contoh kasus berbeda daerah yang berhasil dilaporkan Tim Terpadu Anak Indonesia Tangguh Melawan Covid-19, Komnas Perlindungan Anak Indonesia sudah dapat memastikan bahwa Virus Corona sudah menyasar balita dan anak di Indonesia.

Dari periswa ini kepada semua pihak khususnya kepada orangtua apapun latarbelakangnya. Jangan masukkan anak kita kepada dunia kematian yang sia-sia hanya karena ketidakpatuhan kita terhadap aturan-aturan yang sederhana dan sesungguhnya bisa kita lakukan secara baik dan total.

Namun sayangnya, apa sesungguhnya kendala bagi Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Pandemi Covid-19 melalui Juru Bicara Kemenkes per 24 jam tidak melaporkan berdasarkan klasifikasi usia dan gender terhadap jumlah data yang terkonfirmasi secara nasional. Berapa sesingguhnya usia anak dalam kondisi positif terinfeksi Virus Corona, dan berapa usia anak yang meninggal dunia serta berapa anak yang sembuh dari serangan pandemi Covid-19 setiap hari.

Terasa data terpilah berdasarkan klasifikasi usia dan gender menyangkut laporan perkembangan penangananan pandemi covid 19 sengaja disembunyikan, sehingga perlu dipertanyakan. Ada apa gerangan? Apakah ini bentuk melupakan anak padahal anak adalah sebagai generasi penerus bangsa?

Sebab data terpilah dan terkonfirmasi berdasarkan gender sangatlah diperlukan bagi masyarakat dan pemerintah di daerah untuk menyusun langkah-langkah strategis dan terukur untuk memberikan perlindungan anak dari serangan virus corona yang mematikan itu.

Sebab anak sebagai ciptaan dan anugerah Tuhan mempunyai hak asasi untuk hidup, rasa nyaman dan aman serta memperoleh informasi yang memadai menyangkut tentang dirinya.

Oleh karena itu, untuk menyelamatkan dan menjamin hak hidup anak dan untuk tidak membiarkan anak kita mati sia-sia karena ketidakpatuhan kita menjalan kebijakan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, seperti menjauhi keramaian dan menjaga jarak, wajib menggunakan masker di setiap saat di luar rumah maupun di dalam rumah, mengingatkan terus-menerus anak agar hidup bersih dengan cara mencuci tangan dengan sabun lalu membilasnya dengan air mengalir, tidak membiarkan anak dalam aktivitas bermain di luar rumah secara bergerombol, dan jangan membiarkan dan memberi toleransi untuk tidak menggunakan masker.

Demi kepentingan terbaik bagi anak dan kesehatannya dan agar anak terhindar dari serangan virus corona mematikan itu, Komnas Perlindungan Anak secara tegas mengingatkan waspadalah bahwa saat ini Pandemi Covid-19 menyasar anak Indonesia.

Dengan demikian Komnas Perlindungan Anak dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di seluruh Nusantara menegaskan kembali patuhilah Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19 serta kebijakan PSBB dan jalankanlah dengan penuh kedisiplinan.

Mengingat dampak serangan virus corona banyak keluarga dan orangtua kehilangan pekerjaan dan penghasilan yang dipastikan akan mengurangi konsumsi makanan yang bergizi selama kebijakan PSBB “di rumah aja”.

Atas pertimbangan itu dan agar jutaan anak khususnya balita mendapat konsumsi atau asupan makanan yang baik selain ASI, dengan demikian sesuai dengan himbauan Presiden RI Jokowi, Komnas Perlindungan Anak menghimbau pemerintah di masing-masing daerah agar menyediakan bantuan sosial kemanusiaan berupa makanan yang dapat meningkatkan kekebalan dan daya tahan tunbuh anak dari kemungkinan serangan virus corona.

Karena fakta menunjukkan bahwa bantuan sosial kemanusiaan berupa distribusi sembako hanya berorientasi kebutuhan komsumsi orang dewasa. Sialnya, seolah-olah anak tidak perlu mendapat makanan selain ASI sebagai asupan utama anak Balita.

Hal itu tidak adil bagi anak dan balita di Indonesia tidak mendapat konsumsi asupan atau makan yang baik dan yang dapat meningkatkan kekebalan serta daya tahan tubuh anak dari serangan virus corona.

“Dalam situasi pandemi global Covid-19 yang sedang terjadi saat ini, anak tidak lagi hanya urusan orangtua atau keluarga, tetapi sudah menjadi persoalan negara dan bangsa agar hak hidup anak dan hak atas kesehatan terjamin,” pungkas Arist Medeka Sirait selaku Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak. (BTS)

BACA:  Viral Stiker Terima Kasih Jokowi di Pesawat, Ini Kata Garuda

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *