Viral Jiwasraya Dapat Award, Ini Pengakuan Rhenald Kasali

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Sebuah pesan berantai ramai di grup WhatsApp. PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mendapatkan award atau penghargaan sebagai Product Development Terbaik di sektor finansial di BUMN Branding and Marketing Award 2018.

Award tersebut diberikan oleh media BUMN Track dengan Ketua Dewan Jurinya Rhenald Kasali. Padahal, perusahaan Jiwasraya tengah bermasalah. Bahkan perusahaan menderita gagal bayar dan kerugian hingga Rp 13,7 triliun.

Bagaimana tanggapan Rhenald Kasali selaku Ketua Dewan Juri yang memberikan penilaian kepada Jiwasraya tersebut?

Senin (30/12/2019), Rhenald menjelaskan secara lengkap mengenai award tersebut.

Award itu merupakan terkait produk bukan penghargaan terkait finansial dan masalah keuangan Jiwasraya. Dan produk yang dimiliki Jiwasraya itu sudah mendapatkan izin dan telah diperiksa OJK,” kata Rhenald dalam sambungan teleponnya, Senin (30/12/2019).

“Acuan kami, produk di lembaga itu sudah lulus OJK. Dan memiliki pertumbuhan menarik, return bagus dan dari sisi laporan keuangan terlihat mampu membayar,” terangnya.

Menurut Rhenald, saat mendapatkan penghargaan pada 2018, Dewan Juri melihat laporan keuangan pada 2017.

“Pada saat itu, ada pernyataan direksi dan banyak dimuat media jika Jiwasraya ada keuntungan Rp 2,4 triliun. Dan auditor yang kalau tidak salah waktu itu PwC (Pricewaterhouse Coopers) melihat juga ada kenaikan keuntungan dari Rp 1,6 triliun ke Rp 2,4 triliun.”

Ia juga mengatakan, Jiwasraya ini adalah BUMN dan sudah berdiri sejak 110 tahun lalu. Secara historis, menurut Rhenald cukup baik perkembangannya.

“Yang jadi masalah ketika itu bahwa kami mengetahui bahwa ada cashflow negatif. Nah ketika itu Dirutnya Pak Asmawi Syam dan justru ia juga mencium bau amis dan meminta auditor melakukan audit ulang.”

“Hasilnya memang keuntungan turun jadi Rp 360 miliar kata itu. Walau masih positif tapi memang ada masalah. Nah kita kan mengecek dan memberikan keputusan award tidak sampai membuka laci perusahaan. Masa mau kita cek.”

“Intinya kan ada OJK dan kemudian ada juga auditor PwC nah kita percaya kedua lembaga itu makanya jadi acuan. Kalau tidak harus ke mana lagi percaya?”

Lebih jauh Rhenald mengatakan, fraud yang terjadi di Jiwasraya juga baru terungkap. “Ini menjadi acuan juga, memang kalau fraud selalu terlihat setelah dua sampai tiga tahun berikutnya,” titip Rhenald.

Dihubungi secara terpisah, Juru Bicara OJK Sekar Putih mengatakan pihaknya selalu pro aktif dalam mengomunikasikan hasil pengawasan termasuk ke Jiwasraya. OJK tidak memberikan hasil penilaian kesehatan lembaga jasa keuangan selain ke manajemen dan/atau pemilik.

“Dasar dari pemberi penghargaan, kami tidak mengetahui tolak ukurnya dan OJK tidak terlibat dalam proses pemilihannya. Mengenai apa yang diterima awards oleh Jiwasraya ini merupakan penilaian yang dilakukan di luar pihak otoritas, sehingga validasi atas data, metodologi penilaian, dan hasilnya merupakan tanggung.jawab para pihak yang memberikan award dimaksud,” tegas Sekar. (cnbcindonesia.com)

BACA:  Warga RT 01/RW 05 Meminta Maaf Kepada Ketua RT Luhut Nainggolan

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *