Universitas Tapanuli Raya akan gabungkan Prodi Binus dan Udayana

TAPANULI UTARA, PROJUSTISIANEWS.ID — Tim perumus kajian akademis pendirian Universitas Tapanuli Raya, Muba Manihuruk memaparkan, universitas yang namanya akan disingkat UNTARA tersebut akan menggabungkan pengaplikasian program studi di Universitas Bina Nusantara, dan prodi di Universitas Udayana.

“Program studinya nanti akan digabungkan antara Binus, dan Universitas Udayana di Denpasar Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia,” ungkap Muba, di tengah paparannya terkait kajian akademis pendirian UNTARA, di Rumah Dinas Bupati Taput, Senin malam (3/2), sekira pukul 22.00 WIB.

Muba Manihuruk menyebutkan, pendidikan adalah sejata paling ampuh untuk mengubah dunia.

“Korea Selatan maju bukan karena SDA-nya, namun SDA yang terbatas mampu diolah secara kreatif, produktif oleh SDM berkualitas,” terangnya.

Kata Muba, berdasarkan literatur bank dunia, keberadaan perguruan tinggi sangat berdampak pada sisi keuangan, kesehatan, dan sebagainya.

Lanjutnya, informasi data juga menyebutkan bahwa 2500 alumni SLTA setiap tahunnya yang melanjutkan jenjang pendidikan ke bangku kuliah memiliki pengeluaran per tahun sekitar Rp60 miliar.

Sebelum paparan Muba, Bupati Taput Nikson Nababan juga mengemukakan bahwa pendirian universitas negeri sudah diusulkan sejak 10 juli 2016 lalu ke Kementerian Ristek Dikti, saat keberadaan IAKN saat ini masih berstatus sekolah tinggi.

“Pada 25 Januari 2019 lalu diajukan kembali untuk pengembangan status IAKN menjadi UN,” jelasnya.

Harapnya, langkah kajian akademis yang dibutuhkan harus segera diselesaikan, dan mampu dirampungkan April atau Mei 2020 agar dapat disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo.

“Alumnus Stanford, Yale, Ucla yang mampu melakukan riset diharapkan menjadi referensi yang menguatkan usulan pendirian UN di tapanuli,” ujarnya.

Soal pendirian UN yang justru menjadi upaya lepas dari zona nyamannya sebagai Bupati Nikson karena rentan untuk menambah potensi kritisi, menurut Muba Hutauruk dijawab Nikson dengan mengatakan bahwa hal tersebut merupakan implementasi garam dan terang dunia dalam Alkitab.

“Seluruh sisi yang berkaitan dengan pendirian UN, baik dari sisi investasi, lapangan kerja jasa, peluang industri dan lainnya, harus terangkum melengkapi isi kajian,” pintanya.

Nikson juga menegaskan agar berdirinya UN nantinya harus mampu menyumbang kemandirian, dimana keberadaan fakultas dibagi dengan wilayah daerah tetangga se Tapanuli Raya. (Antaranews.com)

BACA:  Mahfud MD: Ulama Arab Saudi Lari ke Indonesia Bawa Jutaan USD Sebar Paham Radikal

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *