ULOS FEST 2019 Targetkan Ulos Batak Sebagai Warisan Dunia

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID —  Penyelenggaraan ULOS FEST 2019 menargetkan Ulos Batak menjadi Warisan Dunia. Acara yang digelar BATAK CENTER ini berlangsung pada 12-17 November 2019 di Museum Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat. “Melalui kegiatan ini, BATAK CENTER berharap ulos dapat diterima menjadi salah satu warisan dunia (world herritage) yang diakui UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization),” dalam sekapur sirih dari Ketua Umum BATAK CENTER, Ir. Sintong M. Tampubolon.

“Kita menyambut baik ULOS FEST 2019 dan Seminar Nasional dengan tema: Mengantar Ulos Sebagai Warisan Dunia. Momentum ini adalah kebanggaan tersendiri bagi kita semua. Apalagi bagi saudara kita yang berdarah Batak karena ulos Batak sebagai potret luhurnya kualitas karya budaya di tengah jutaan karya budaya bangsa lain dan menunjukkan keragaman budaya Indonesia yang sangat kaya,” ujar Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, SE, MBA, dalam sambutannya.

Ir Sintong M Tampubolon mengungkapkan ULOS FEST 2019 ini dilaksanakan karena pada dasarnya orang Batak tidak terlepas dari bahasa ulos setiap hari dari pagi sampai malam. “Ulos itu ibarat pisau bermata dua yaitu nilai sakralitas di satu sisi dan nilai ekonomi di sisi lain,” tandasnya.

Menyambung apa yang sudah disampaikan di atas, Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatera Utara, memberi sambutan dengan mengatakan: “Ulos memang kebanggaan masyarakat Batak. Tetapi menurut kaca mata saya, buah pikir dan seni kualitas tinggi dalam proses pembuatan ulos ini adalah warisan leluhur kita seluruh masyarakat dunia yang patut kita banggakan. Untuk itu, usulan menjadikan ulos sebagai warisan budaya takbenda dunia ke UNESCO sangat kita dukung.”

Edy Rahmayadi juga mengatakan bahwa ulos Batak sudah berumur 4.000 tahun. “Jangan jadikan ulos hanya milik orang Batak. Agar ulos menjadi milik dunia kita harus mengantar ulos sebagai warisan budaya dunia,” lanjutnya.

Jhohannes Marbun SS, MA, selaku Ketua Panitia dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini untuk mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ulos sebagai sumber kesejahteraan rakyat, destinasi pariwisata, industri, dan UKM, serta mendorong kain ulos ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia (World Herritage).

Setelah pembukaan, acara selanjutnya adalah Seminar Nasional dengan tema: Mengantar Ulos Sebagai Warisan Dunia. Tema Seminar Nasional tersebut menjadi fokus utama dalam mengangkat ULOS sebagai Warisan Dunia yang akan disampaikan kepada UNESCO. Para narasumber Seminar Nasional ini menghadirkan Jerry Rudolf Sirait (Sekretaris Jenderal BATAK CENTER), Hilmar Farid, Ph.D. (Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI), dan para budayawan/budayawati, serta pemerhati ulos.

Ulos bukan sekadar kain dengan fungsi sakral dan fungsi simbolik sebagaimana dipergunakan dalam upacara adat, seperti menguloskan (mangulosi) sanak keluarga dan para tamu kehormatan sebagai pelambang kasih sayang, harapan kebaikan, maupun pemberian restu. Namun demikian, ulos kini digunakan pula untuk kepentingan lain (non sakral), misalnya dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai produk pakaian (fashion) bernilai seni.

Dampak perkembangan zaman menyebabkan adanya pergeseran fungsi-fungsi ulos tersebut. Ada ketegangan dua kutub antara yang sakral dan yang bernilai ekonomis kreatif. Hal ini pun diangkat dalam sebuah Fokus Diskusi Kelompok (FDK) bertemakan: “Sakralitas Ulos dan Tantangan Industri Kreatif.”

FDK tersebut akan berlangsung pada Rabu (13/11/2019) dengan menghadirkan panelis antara lain: BATAK CENTER (pengantar diskusi), Budayawan Batak dan Desainer (pemantik diskusi), dan penanggap diskusi, yaitu Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), pemerhati ulos, LABB (Lokus Adat Bangso Batak), Tokoh Batak, Kemendikbud RI, dan Dinas Koperasi dan UKM Sumut.

Selain Seminar dan Diskusi, ULOS FEST 2019 akan membuka acara Talkshow, Workshop, dan Fashion Show. Talkshow mengangkat dua tema penting, yaitu: “Motif, Ragam, dan Makna Ulos” dan “ULOS, Kreativitas dan Nilai Ekonomi: Sakralitas dan Tantangan Industri Kreatif.” Talkshow pertama, Rabu (13/11/2019), akan diuraikan oleh Vilidius R. P. Sibuarian (pemuda Batak yang menggeluti dan mengoleksi kain Ulos dengan berbagai motif dan ragam), Leni Sihaloho (Praktisi Hiou Simalungun), dan Rosida Barus (Praktisi Uis Karo). Sementara Talkshow kedua, Kamis (14/11/2019), akan dipaparkan Dr. Freddy Harris, S.H., LLM dari Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual KemenkumHAM RI, Jacky Simatupang, dan budayawan.

Panitia juga membuka kegiatan workshop pada Jumat-Sabtu (15-16/11/2019), antara lain: Pembuatan Tudung Karo, Bulang Simalungun, Talitali Toba, Drapery, dan Tarian Tradisional Batak dari 5 Puak BATAK RAYA untuk anak-anak dan remaja (usia 9-15 tahun). Tidak kalah juga ULOS FEST 2019 akan dimeriahkan dengan Fashion Show bermotif ulos karya 7 (tujuh) perancang busana perempuan Batak. Fashion Show akan berlangsung pada Sabtu (16/11/2019).

ULOS FEST 2019 ini diselenggarakan oleh BATAK CENTER dan bekerjasama dengan Museum Nasional Indonesia serta didukung oleh Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara. Panitia ULOS FEST 2019 diketuai oleh Jhohannes Marbun, S.S, M.A, dan didampingi Fraddy F. M. Pandiangan, S.E, M.AP (Sekretaris).

BACA:  Gejala Batuk dan Flu, Silakan Rapid Tes Gratis di Puskesmas

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *