TOPAN RI Adukan Dinas Tarukim ke Polres Pematangsiantar

TOPAN RI

PROJUSTISIANEWS.ID, PEMATANGSIANTAR — TOPAN RI (Tim Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia) mengadukan Dinas Tarukim ke Polres Pematangsiantar karena kasus penebangan pohon mahoni di Jalan Rakuetta Sembiring, Kecamatan Siantar Martoba. Kasus tersebut terjadi pada September 2020 lalu. Dugaan ada oknum melakukan ini tanpa mengantongi rekomendasi dari instansi terkait.

Buntut dari kejadian tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah TOPAN RI Sumatera Utara melaporkan perusakan lingkungan dengan tebang pohon mahoni. LSM ini melaporkan Dinas Tarukim Pematangsiantar ke Polres Pematangsiantar, Sabtu (10/10/2020) sekitar pukul 10:00 Wib.

Kepala Divisi Investigasi TOPAN-RI Sumut Simon Nainggolan mengonfirmasi hal tersebut kepada PROJUSTISIANEWS. “Benar kita sudah melaporkan ke Polres Pematangsiantar. Laporan penebangan pohon mahoni sebagai tindakan perusakan lingkungan. Dugaannya Dinas Tarukim Pematangsiantar adalah pelakunya,” ujar Simon.

“Kita melaporkan dinas tersebut dengan dugaan tindak pidana pengerusakan lingkungan hidup atau pelanggaran serta tindakan melawan hukum. Hal ini mengacu pada UU RI no 32 tahun 2009, UU RI no 18 tahun 2003, UU RI no 41 tahun 1999, UU RI no 30 tahun 2014,” lanjut Simon.

Simon juga menambahkan selain pengerusakan lingkungan, ada dugaan Dinas Tarukim telah melakukan tindak pidana penggelapan. Ini sesuai KUHP pasal 372 mengenai material kayu hasil penebangan pohon mahoni. Pohon mahoni merupakan hutan kota dan aset negara.

“Besar harapan kita kepada Kapolres AKBP Boy Sutan Binanga S.I.K dan jajarannya dapat memroses hukum para pelaku perusak lingkungan hidup. Kapolres juga dapat menindak pelaku penggelapan atas aset negara berupa material kayu pohon penghijauan kota Pematangsiantar,” tutup Simon.

Baca juga:
Lima Perusahaan Perusak Lingkungan Diminta Bantu UMKM. Koq Bisa?
Efek Jera bagi 11 Orang Perusak Lingkungan Taman Nasional Komodo

Semantara itu, salah seorang pemerhati hutan kota Frederik Hutabarat mengatakan sangat menyayangkan tindakan para oknum tersebut. Menurut Frederik, keberadaan pohon mahoni sangat vital karena merupakan paru-paru kota. Pohon mahoni dapat mengurangi polusi udara dengan memproduksi oksigen yang baik. Pohon ini juga merupakan baku mutu penyerapan air tanah yang berdampak langsung kepada kehidupan manusia.

“Seharusnya semua lapisan masyarakat juga menjaga lingkungan dan tidak melakukan penebangan pohon dengan sembarang apalagi tanpa ada mengantongi rekomendasi dari instansi terkait,” tutup Frederik.

Sementara itu, PROJUSTISIANEWS sudah mengonfirmasi Kurnia Kepala Dinas Tata Ruang dan Lingkungan Pemko Pematangsiantar via WhatsApp (WA). Terkait penebangan pohon mahoni tersebut, Kurnia enggan memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan. 

PROJUSTISIANEWS melakukan pantauan di lapangan. Rata-rata usia batang pohon mahoni masih sangat muda dan produktif. Mereka tumbuh tepat berada di pinggir jalan Rakuetta Sembiring. Ada oknum menebang pohon-pohon tersebut. Sementara kayu hasil penebangan sudah tidak tampak lagi. (Ricardo)

BACA:  Gelapkan 1,5 M, Pegawai BRI Dijerat Hukuman 5 Tahun Lebih

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *