Tanaman Masyarakat Dibabat Habis di Tanah PT Cezron Tanpa Permisi Terhadap Pemiliknya

PROJUSTISIANEWS.ID, KANDIS — PT. Cezron di sepanjang Jalan Libo Baru mulai dari Km 5 menuju Km 20 mengadakan pembabatan rumput dan tanaman di lahannya. Di lahan tersebut ada tanaman masyarakat berupa pohon pisang yang turut dibabat tanpa pamit kepada pemiliknya. Hal ini disampaikan Agem Ginting, pemilik pohon pisang tersebut, pada Senin (3/8/2020).

Agem Ginting merasa kecewa atas tindakan pihak PT. Cezron menumbangi pohon pisangnya yang kebanyakan hampir berbuah. Agem Ginting mengatakan bahwa dia dan pihak PT. Cezron sudah sepakat melalui perjanjian secara tertulis untuk memindahkan pohon pisangnya sampai Oktober 2020. Namun perjanjian itu tidak diindahkan pihak PT. Cezron.

“Sungguh sedih yang saya rasakan saat ini. Padahal sudah lama saya mengelola lahan ini mulai tahun 20013. Pada waktu itu, lahan ini bersemak, banyak pohon, dan batang sawit yang besar-besar saya tumbangi semua demi saya menanam cabe, pisang, serai, dan tanaman muda yang lain. Selama ini tidak ada masalah. Bahkan saya ingat dulu sampai pihak PT. Cezron sering memberikan saya nasi bungkus pada saat saya membersihkan lahan ini. Mereka mengucapkan terimakasih kepada saya karena saya bekerja tanpa digaji. Hanya saya mengharapkan bisa bercocok tanam di areal sepanjang jalan lahan Cezron ini. Pihak PT. Cezron mengatakan boleh dikelola asal jangan menanam tanaman Palawija seperti kelapa makan, sawit, dan pohon-pohon yang tinggi supaya jangan mengenai kabel listrik yang bertegangan tinggi,” ceritanya.

“Saya hitung ada 200 pohon pisang saya yang ditumbangi pihak PT. Cezron. Memang pihak Satpam dari PT. Cezron, Iar, ingin memberikan saya uang sebesar Rp400.000, tetapi saya tolak karena rasanya saya sangat terhina atas pemberiannya. Memang bagi saya yang miskin ini uang Rp400.000 sudah banyak, namun saya kecewa hanya menunggu bulan Oktober 2020 PT. Cezron tidak sabar. Pohon pisang rasanya tidak mengganggu terhadap kabel listrik PT. Cezron. Saya akan menempuh jalur hukum atas kekecewaan yang saya alami. Saya mengaku bahwa lahan ini bukan lahan saya, tetapi kerugian saya atas penumbangan pohon pisang saya ini sangat merugikan saya. Coba kita hitung dalam satu pohon pisang bisa menghasilkan 8 sisir pisang. Sesisir pisang harganya Rp10.000. Pisang saya yang ditebang pihak PT. Cezron 200 batang kali 8 sisir maka sudah 1.600 sisir dikali Rp10.000 sudah mencapai Rp16.000.000. Dengan total Rp16 juta ini September 2020 sudah mutlak akan saya terima. Pada Oktober 2020 akan saya iklaskan ditebang oleh pihak PT. Cezron. Namun semua angan-angan yang saya prediksi sia-sia karena kebrutalan pihak PT. Cezron,” cetusnya sambil menyudahi pembincangannya. (J. Tampubolon)

BACA:  Wahyu Prasetyo Prabowo Tertangkap OTT, Hakim yang Memvonis Meiliana

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *