Tak Berbaju Melayu, Yunus Muda Menegur Pejabat Pemko Batam

Rapat paripurna ke-6, di Kantor DPRD Kota Batam, Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Nilawaty Manalu)

Projustisianews, Batam – Tak mengenakan busana Melayu, Mohammad Yunus, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, menegur pejabat Pemerintah Kota Batam, saat rapat paripurna ke-6, di Kantor DPRD Kota Batam, Teluk Tering, Batam, Kepulauan Riau, 16 Oktober 2020.

Pelaksanaan paripurna, bertepatan hari Jumat. Sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Wali Kota Batam Nomor 1 tahun 2018, tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu, di mana dalam pasal 27 ayat 1 huruf d, termaktub penggunaan pakaian adat Melayu, dipakai pada hari kerja sekurang-kurangnya satu kali dalam seminggu.

(Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum (memakai jas), Nuryanto, Ketua DPRD Kota Batam (tengah), Ruslan, Wakil Ketua DPRD, saat rapat paripurna ke-6, di Kantor DPRD Kota Batam, Batam, Kepulauan Riau. (Foto: Nilawaty Manalu)

Sebagai daerah Melayu, daerah ini telah mengadatkan pengenaan pakaian Melayu bagi siswa sekolah, karyawan swasta/ Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/ Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor jasa, dan perdagangan serta aparatur pemerintah daerah.

Memang, tampak sejumlah pejabat Pemko Batam tidak mengenakan busana Melayu. Bahkan, pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum, pun saat itu mengenakan setelan jas. Sebelum menyampaikan pandangan dari fraksi Demokrat tentang pendapat wali kota Batam terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pembangunan infrastruktur berbasis pemberdayaan masyarakat sekaligus pembentukan panitia khusus (pansus), Yunus mengatakan: “Risih juga saya kalau budaya Melayu tak dihargai.” Tak hanya pejabat Pemko Batam saja yang tidak mengenakan baju Melayu. Tampak juga beberapa, anggota DPRD Kota Batam, yang tidak mengenakan busana Melayu.

Padahal, kata Yunus, di dalam undangan yang diberikan kepada kepala-kepala dinas sudah diingatkan untuk mengenakan baju Melayu. “Kalau kita suruh berdiri semua undangan, tak ada yang pakai kain,” kata Yunus. Usai menyampaikan jawaban dan tanggapannya atas Ranperda pembangunan infrastruktur berbasis pemberdayaan masyarakat, Nuryanto, Ketua DPRD Kota Batam, pun menyapa Yunus sambil tertawa, bercanda-gurau: “Marah Pak Yunus?”

(Nilawaty Manalu)

BACA:  Menkes Koordinasikan Harga Obat dengan BPOM

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *