Sosok Sutopo, ‘Pahlawan Kemanusiaan’ Itu Telah Kembali ke Pencipta-Nya

GUANGZHOU, PROJUSTISIANEWS.ID — Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada Sabtu dinihari, (7/7/2019). Ia mengembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou, Tiongkok.

Sutopo wafat setelah menderita kanker paru-paru yang didiagnosis sejak Desember 2017. Dia terbang ke Tiongkok untuk menjalani pengobatan kanker yang dirasakannya kian mengganas. Meski demikian, Sutopo tak lelah untuk terus memberikan informasi tentang bencana alam di Indonesia melalui akun twitternya.

Untuk diketahui bersama, Sutopo pada Januari 2018 mengumumkan bahwa ia mengidap kanker paru-paru stadium IV dan masih berada di bawah tahap perawatan. Keluarga dan dokternya telah memintanya untuk berhenti beraktivitas, namun ia menolak, meskipun sakit. Karenanya ia juga terpaksa pakai morfin.

Dr. Sutopo Purwo Nugroho, M.Si., APU lahir di Boyolali, Jawa Tengah, 7 Oktober 1969 ia meninggal pada umur 49 tahun. Ia merupakan anak pertama dari Suharsono Harsosaputro dan Sri Roosmandari. SD, SMP, dan SMAnya ia jalani di kampung halamannya.

Sutopo merupakan alumni Universitas Gajah Mada dan Institut Pertanian Bogor. Ia bekerja di pemerintahan sebelum ia akhirnya ditempatkan di BNPB pada 2010 sebagai Direktur Pengurangan Risiko Bencana.

Ia memperoleh gelar S-1 geografi di Universitas Gadjah Mada pada 1993, dan menjadi lulusan terbaik pada tahun itu. Ia memperoleh gelar S2 dan S3 di bidang Hidrologi di Institut Pertanian Bogor.

Saat diwawancarai di salah satu media daring, Sutopo dikabarkan hampir menjadi profesor peneliti pada 2012 namun kandas oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia karena statusnya sebagai peneliti Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi (BPPT) yang bekerja di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sutopo kemudian menikah dengan Retno Utami Yulianingsih dan mereka memiliki 4 orang anak hasil dari pernikahan itu.

Meski sakit, Sutopo masih tetap bersemangat dan tak pernah surut, terutama jika berbicara dengan wartawan. Sutopo tetap aktif memantau bencana di media sosial, menyediakan informasi, dalam berbagai kejadian, seperti tenggelamnya KM Sinar Bangun dan gempa Lombok pada 2018. 

Bahkan saat menjalani pengobatan di Guangzou pun, Sutopo masih aktif di media sosial twitter. Dalam tweet terakhirnya, 15 Juni 2019, Sutopo memposting sebuah gambar tanpa keterangan. Jika dilihat secara seksama, gambar yang diposting Sutopo tersebut masih terkait dengan bencana di Indonesia. Foto itu berbicara tentang data hotspot di sejumlah wilayah Indonesia.

Selamat jalan Sutopo, semoga Allah menempatkan bapak di tempat yang terindah, semoga muncul Sutopo-Sutopo berikutnya yang bisa menjadi pahlawan kemanusiaan bagi Indonesia #RipSutopo ‘Pahlawan Kemanusiaan’ yang menginspirasi semua orang. (baliberkarya.com)

Foto: kumparan.com

BACA:  Ini Lho Bahayanya, Pengangguran Turun Tapi Driver Ojol Ramai

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *