Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Charles Ajak Masyarakat Menjadi Benteng Pancasila

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Anggota DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris, menggelar Sosialisasi Empat Pilar (Pancasila,UUD 1945,NKRI dan Bhineka Tunggal Ika), yang dilaksanakan di Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (27/11/2019). Dalam paparannya, Charles Honoris menyampaikan bahwa sebagai anggota DPR RI diwajibkan melakukan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, dalam mendirikan suatu bangsa harus melahirkan sebuah ideologi pemersatu atau ideologi perekat dari beragam Suku dan Bahasa serta pulau-pulau dari sabang hingga marauke yang ada di Indonesia. “Pada saat itu, Bung Karno melahirkan suatu ideologi yang mempersatukan kita semua yaitu Pancasila,” katanya.

Menurutnya, beberapa tahun belakangan ini, ideologi Pancasila yang mempersatukan Indonesia sedang menghadapi tantangan. Ada kelompok-kelompok yang secara terbuka ingin mengubah ideologi negara dari Pancasila menjadi ideologi lain. Selama 70 tahun Pancasila berhasil mempersatukan dan merekatkan Indonesia. “Kalau diubah menjadi ideologi lainnya, saya mempunyai keyakinan persatuan dan kesatuan bangsa tentu saja dalam ancaman,” tambahnya. Oleh karena Charles berharap semua warga negara untuk bersama-sama bisa memiliki suatu komitmen, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan benteng terdepan bagi ideologi negara kita, yaitu Pancasila.

Di era revolusi teknologi, di mana penggunaan internet sudah menjadi kebutuhan penting bagi banyak pihak, Charles menjelaskan bahwa kemajuan teknologi ini memiliki efek baik itu positif maupun negatif. Banyak penyebaran konten-konten negatif di dunia internet, antara lain: penyebaran ideologi anti Pancasila, ideologi radikal, penyebaran hoax, dan ujaran kebencian yang sangat marak terutama pada saat menjelang kontestasi politik seperti Pilkada, Pileg dan Pilpres yang sudah jelas merusak kualitas demokrasi kita. Proses politik dan proses pemilu sudah tidak lagi kita membicarakan soal rekam jejak (track record) calon soal, tetapi perbincangan di media sosial kita isinya penuh dengan fitnah dan ujaran kebencian.

Charles juga mengingatkan agar kemajuan teknologi terutama internet harus digunakan secara positif, dan harus waspadai agar penggunaan teknologi tidak sampai menjatuhkan kita atau membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa kita.

Narasumber lainnya yakni, Direktur Indonesia Public Institute, Karyono Wibowo, memaparkan pentingnya menghidupkan kembali “Pekik Merdeka” sebagai ciri khas salam bangsa Indonesia. Ia juga mengingatkan masyarakat agar semakin mempererat dan memperkuat pengamalan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. “Perbedaan itu adalah rakhmat dari Tuhan yang Mahaesa yang harus disyukuri dan menjadi kekayaan bangsa. Itu semua kita jaga dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya. (BIS)

BACA:  Studi: Lemak Babi, 1 dari 10 Makanan Paling Bergizi

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *