Serikat Buruh Harus Independen dan Kuat

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Serikat Buruh harus indenpenden dan kuat. Independen artinya bahwa Serikat Buruh didirikan sendiri oleh para buruh bukan atas kemauan pemerintah maupun Partai Politik (Parpol). Kalau organisasi buruh didirikan oleh lembaga pemerintah dan Parpol, maka organisasi buruh tersebut tidak kuat, mudah dikendalikan si pendirinya, dan lemah dalam posisi tawar. Wacana tersebut menjadi diskusi menarik yang diselenggarakan Serikat Buruh Patriot Pancasila (SBPP) dalam acara diskusi pembentukan “Poros Gerakan Serikat Buruh Pekerja Pancasila”, pada Selasa (7/7/2020), bertempat di Graha Soksi, Jakarta.

Sebagai pemantik diskusi hadir Oetoyo Oesman, SH, salah satu deklarator FBSI 1969, dan pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman RI/Kepala BP7 di Era Presiden Soeharto.

Oetoyo Oesman banyak bercerita pengalamannya terlibat dalam urusan buruh dengan berbagai masalah. Dia mengakui bahwa pemerintah memiliki kendali mengatur dan menentukan pergerakan buruh yang lebih berpihak pada investor (pemodal) bukan pekeja (buruh), termasuk di dalamnya geliat Parpol untuk tujuan kepentingan kelompoknya.

Saut Aritonang selaku moderator menyatakan bahwa sebagaimana disampaikan Oetoyo Oesman, kita ini memiliki konstitusi negara yang sudah mantap, tetapi dalam implementasinya dan penegakan hukumnya dalam kaitannya dengan berbagai gejolak perburuhan di Indonesia sangat lemah karena memang serikat buruh tidak independen.

Karena itu, Aritonang menegaskan bahwa diskusi ini ingin menekankan poros gerakan serikat buruh pekerja yang ber-Pancasila. Forum diskusi memutuskan akan merencanakan Deklarasi Poros Gerakan Serikat Buruh Pekerja Pancasila pada 2020 ini. “Kita akan kumpulkan sebanyak mungkin organisasi buruh di seluruh Indonesia dan kita kembali mengundang Oetoyo Oesman menjadi keynote speaker sebelum deklarasi tersebut ditandatangani oleh berbagai organisasi buruh di seluruh Indonesia,” tutup Aritonang.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

BACA:  Kebakaran Pabrik Plastik di Kosambi Tak Kunjung Padam, Warga Kecam Izin Pendirian Pabrik

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *