Sarung Tangan Bekas Berujung PHK

KANDIS, PROJUSTISIANEWS.ID — Dua orang pekerja PT. MUL ( Mutiara Unggul Lestari) dipecat (PHK) karena gara-gara menggunakan sarung tangan bekas. Kedua orang yang bekerja di perusahaan di bidang pabrik kelapa sawit ini menyampaikannya kepada PROJUSTISIANEWS pada Kamis (18/6/2020). PT MUL berlokasi di Km 66 Gelombang Desa Telaga Samsam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Tohom Tamba dan Ismail dipecat saat bekerja di proses produksi sangat mengharapkan adanya sarung tangan. Sudah dua bulan pihak perusahaan tidak menyediakan alat-alat seperti sarung tangan sebagai K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Tohom Tamba dan Ismail sangat membutuhkan sarung tangan tersebut untuk menghindari panasnya alat-alat produksi dalam bekerja. Mereka mencari di beberapa tong sampah mengharapkan adanya sarung tangan bekas yang bisa mereka pakai untuk bekerja, karena pihak perusahaan tidak menyediakan sarung tangan untuk pekerja.

Berulang kali karyawan meminta kepada manejer produksi, yaitu Rahmat Nasution dan Asistennya Saprizal dalam pengadaan sarung tangan, tetapi jawab mereka bahwa stok sarung tangan tidak ada.

Tohom Tamba dan ismail melihat bahwa ada loker yang terbuka dan di dalamnya ada sarung tangan bekas, maka dengan spontan mereka mengambil dan memakainya untuk bekerja yang kebetulan keduanya kerja dalam satu ship. Memang di dalam pabrik terpasang cctv. Dalam gambar cctv memang terlihat bahwa Tohom Tamba dan ismail terlihat mengambil sarung tangan, maka Siregar sebagai Ketua Forum Kontruksi Umum Industri (FKUI) membuat obrolan di grup WA mengatakan sarung tangan bekasnya hilang. Tohom dan ismail mengakui merka yang mengambilnya, tetapi Siregar melaporkan hal ini ke bagian Tata Usaha, yaitu Ermi. Pada saat itu, Tohom dan Ismail dipaksa membuat surat pernyataan mengakui mengambil sarung tangan tanpa ada surat peringatan atas kesalahan yang mereka buat dan langsung dibuatkan surat PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) mendesak.

Dengan rasa sedih, Tohom Tamba menceritakan kepada PROJUSTISIANEWS apa yang dialaminya tentang nasibnya yang sudah sembilan tahun lebih bekerja di perusahaan tersebut. Tiba tiba harus kandas karena sarung tangan bekas yang diambilnya.

Lebih lanjut Tohom Tamba mengharapkan ada yang dapat menjembatani permasalahan yang mereka alami dengan PT. MUL agar mereka jangan di-PHK, kerna dengan PHK ini kami harus ke mana lagi untuk bekerja. (JT)

Klik di bawah ini untuk menonton videonya:

BACA:  Buronan Kakap Pembobol Kredit BNI 1,7 T Akhirnya Tertangkap

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *