SAE Nababan: Hanya Jokowi, Presiden yang Berpikir, Bertindak, dan Berpihak terhadap Pembangunan Danau Toba

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — SAE Nababan menilai Kawasan Danau Toba, yang luas daratannya hampir 5 kali lipat Pulau Bali dan hampir 25 kali lipat Singapura, akan ditata menjadi destinasi pariwisata yang berbasiskan budaya, alam, serta masyarakat/komunitas. Ke depan, gesekan antara akar budaya dan aspek komersialitas mungkin akan kerap terjadi dan hal ini yang perlu diantisipasi bersama-sama sedini mungkin.

“Peran Gereja yang ada dan hidup ditengah tengah masyarakat akan menjadi salah satu kunci suksesnya program-program perubahan yang diperlukan,” kata SAE Nababan, Presiden Dewan Gereja-gereja Sedunia 2006-2013 itu.

Ia berharap seperti halnya dengan daerah lain, rencana kerja bersama ini harus menciptakan iklim berusaha atau iklim investasi yang kondusif. Kegiatan-kegiatan ekonomi yang bergeliat dan melibatkan masyarakat secara langsung inilah yang nantinya akan menjadi tulang punggung ekonomi bersama.

“Peningkatan ekonomi dan taraf pendidikan juga akan meningkatkan kesadaran terkait lingkungan dan kebersihan. Kiranya gereja dan pendeta serta penatua hadir juga dalam program ini,” ajak SAE Nababan.

Ditambahkannya, jika ada hal-hal krusial terkait perbedaan pendapat dan aksi, kiranya dapat difasilitasi oleh gereja dan tokoh masyarakat dalam mencari titik temu.

“Mari dijauhkan ungkapan amarah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, yang mengganggu citra dan iklim investasi di kawasan Danau Toba, agar percepatan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan rakyat melalui kegiatan kepariwisataan, dapat lekas terwujud di Danau Toba yang kita cintai ini. Tentunya dengan peran aktif serta kekompakan seluruh stakeholder terkait,” pungkas SAE Nababan. (fakta.news)

BACA:  Mahfud MD: TNI Kecolongan, Enzo Harus Diberhentikan dari AKMIL

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *