Rokok ARMOUR Dituding Palsu, Pemiliknya Tidak Terima

PROJUSTISIANEWS.ID, KANDIS — Hak jawab pemberitaan media online catatanriau.com pada Senin (13/7/2020), pukul 11:30 WIB bertempat di ruko sebelah toko Indomaret yang ditempati oleh Joni Edward telah dilakukan pengecekan oleh Kapolsek Kandis Indra Rusdi, S.H, dan Kanit Reskrim Polsek Kandis IPTU. Paisal, S.H, beserta anggota. Ini dilakukan sehubungan dengan adanya pemberitaan media online derapriau.com dan catatanriau.com yang berisikan “Beragam Rokok Palsu Beredar di Wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak.”

Satu unit ruko dijadikan sebagai tempat agen penjualan rokok merk ARMOUR dan kondisi ruko pada saat dilakukan pengecekan ditemukan adanya beberapa slop rokok merk ARMOUR.

Menurut keterangan pemilik barang, Joni Edward menjelaskan bahwa dia sudah berada di ruko tersebut lebih kurang 4 (empat) bulan dan mengakui sebagai pemilik rokok tersebut. Rokok tersebut dibeli dari Perusahaan Rokok Sinar Mahkota Mas sebanyak 4 (empat) kali pembelian selama 4 (empat) bulan melalui Leo Simanjuntak sesuai dengan tanggal faktur pembelian terakhir 16 Juni 2020.

Adapun jenis rokok dan harga yang dibeli sebagai berikut:

A. Rokok Black 12 Rp 9.000,-(harga pabrik) harga grosir Rp 9.800,- dan harga eceran Rp 10.500,-
B. Rokok Red 12 Rp 8.500,-(harga pabrik) harga grosir Rp 9.300,- harga eceran Rp 9.500,-
C. Rokok Bold 20 Rp 14.700,- (harga pabrik), harga grosir Rp 15.500 dan harga eceran Rp 16.500,-

Hasil koordinasi dengan Leo menyatakan bahwa benar Joni telah melakukan pembelian rokok di pabrik rokok SINAR MAHKOTA MAS secara resmi dan bukan merupakan rokok palsu maupun menggunakan pita cukai palsu. Pihaknya siap untuk bekerja sama dengan instansi terkait untuk membuktikan hal tersebut.

Menurut keterangan Joni selaku pemilik rokok tidak terima dan merasa keberatan dengan adanya pemberitaan media online yang mengatakan bahwa rokok miliknya dengan merk ARMOUR merupakan rokok palsu dan menggunakan pita cukai palsu. Ia bersedia dilakukan pemeriksaan oleh pihak bea dan cukai untuk membuktikan bahwa rokok tersebut tidak menggunakan pita cukai palsu.

Sehubungan dengan pemberitaan yang beredar tersebut pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dan klarifikasi untuk meluruskan bahwa rokok tersebut tidak palsu dan tidak menggunakan pita cukai palsu.

Kapolsek Kandis dan kanit Reskrim Polsek Kandis telah melakukan pengecekan ke lapangan dan benar telah menemukan adanya penjualan terhadap rokok merk ARMOUR dan telah melakukan koordinasi dengan unit Tipikor Polres Siak untuk langkah lebih lanjut. Mereka juga akan berkoordinasi dengan pihak Pabrik Rokok Sinar Mahkota Emas dan pihak bea dan cukai Kabupaten Siak untuk melakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih lanjut mengenai pita cukai yang digunakan oleh rokok merk ARMOUR tersebut.

Terkait pemberitaan oleh salah satu media online tersebut, diduga adanya kepentingan oleh oknum wartawan media online yang ingin mendapatkan keuntungan tertentu dengan membuat berita tersebut dari pemilik rokok merk ARMOUR. (JT)

BACA:  Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan Divonis 8 Tahun Penjara

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *