Ritual Adat Tetap Jalan dalam Situasi Covid-19

KETAPANG, PROJUSTISIANEWS.ID — Dua dukun kampung Desa Bt. Mas, Soter dan Angkot, tetap melaksanakan ritual Beradat Benebas Ladang di rumah adat RIAM TINGKONG, Dusun Sei Kerta, Desa Bt. Mas, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dukun kampung itu menjelaskan walaupun kondisi dalam situasi Covid-19, mereka tetap melaksanakan ritual adat karena ini sudah tradisi orang Dayak.

Ritual Adat Dayak

“Setiap tahun kami harus berladang karena ini tradisi peninggalan nenek moyang kami dan kami pun mematuhi aturan pemerintah. Yang hadir di dalam acara adat adalah hanya orang-orang tertentu seperti dukun, 2 orang demong adat, dan 4 orang kepala desa,” kata Soter.

Selain dari orang-orang adat tersebut, ada juga perwakilan dari perusahaan PT. LAB, Alexsius Manurung sebagai Asisten Lapangan dan Ahmad rifki sebagai Asisten Humas.

Dalam ritus acara adat tersebut, peralatan yang diperlukan untuk beradat, yaitu: buah kelapa, muda, tekalak yang dibuat dari buluh, ancak yang dibuat dari buluh dengan ketupat telor dimasak satu biji, pinang yang diukir 20 biji, sirih 20 lembar, padi yang masih ada tangkainya, penganjingan, mangkok nendulang 14 buah yang berisi beras telor dan dupa, seludang 1 biji dari pinang, buah pinang sebanyak 2 tandan, nyenyamut bukong pantas akar, dan tepung tawar untuk bepalet betandar.

Bahan-bahan ritual yang dibutuhkan.

“Itulah keperluan adat untuk membuat ladang dan kalau sudah melaksanakan tetombos maka masyarakat adat sudah boleh menebas untuk berladang,” tutup Soter. (MUHAMMAD EFENDI)

BACA:  Persemaian Padi dengan Metode Jaring Mulai Diperkenalkan ke Petani Malaka

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *