PT. BSM Group Disinyalir Penampung Kayu Penjarahan Di Kawasan Hutan Lindung

KETAPANG, PROJUSTISIANEWS.ID — Awalnya perusahaan ini bergerak di bidang pengolahan tepung tapioka dengan bahan baku dari Ubi Gajah atau sejenisnya di Ketapang Ecology And Agriculture Forestry Industrial Park. Perusahaan ini adalah PT. BSM Group di Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat,” ujar Yonatan, pada Senin (20/5/2019). “Pihak PT.BSM membeli kayu Ilegal dengan dilengkapi SK dokumen SKT dengan menebang dan membeli kayunya di tempat lokasi yang lain. Dalam operasinya, pihak PT.BSM hanya memfaatkan orang-orang tentu seperti saya tanpa digaji dan tanpa dibayar. Saya bekerja dengan Big Bos Mr. Han,” ungkap Yonatan sebagai pembeli kayu atas perintah Mr. Han.

Keberadaan kayu di PT.BSM Group jutaan m3 disinyalir tanpa memiliki izin asal-usul kepemilikan sahnya hasil kayu hutan. Adapun sebagian memiliki izin dengan dicampur kayu yang memiliki dokumen dari luar Kab. Ketapang sejenis kayu Mikanis, sedangkan jenis kayu rawa dari Hulu sungai Pawan, yaitu: dari Mayak-Tanjung Pura dan Hulu sungai Kecamatan Sandai Kab. Ketapang dengan modus izin SKT dan Sertifikat itu semua terindikasi ilegal dengan membabat hutan di sepanjang tepian Sungai Pawan sejenis kayu Belanti, Cempedak air dan sejenisnya.

Dampak dan akibatnya Kab. Ketapang kerab dilanda banjir dan bencana alam akibat hutan penyanggah dirusak oleh para penjarah hutan terlarang hingga gundul yang mana diduga ditampung PT.BSM hasil penjarahan hutan terlarang tersebut kawasan Pabrik di desa sungai awan sebagai penampung dan penadah penjarahan kayu hutan Lindung sepanjang bibir Sungai Pawan.

Sumber: mediakalbarnews.com

BACA:  Warga Binaan Rutan Kelas II A Batam Meninggal, Korban Mengenaskan

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *