Proyek Pekerjaan Telah Selesai, PT. Karya Bisa Tak Mampu Bayar Para Sub Kontraktor, Permohonan Pailit Pun Bergulir di Pengadilan!

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Permohonan pailit PT. Karya bisa kembali digelar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Rabu (09/10/2019), dengan agenda pemeriksaan bukti-bukti. Upaya hukum melalui jalur litigasi terpaksa ditempuh oleh para sub Kontraktor melalui kuasa hukumnya Mangatur Nainggolan, SE, SH, MM karena upaya damai yang ditawarkan belum direspons dengan baik oleh PT. Karya Bisa.

“Saya sebagai kuasa hukum para sub kontraktor dalam hal ini sebagai Pemohon  mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat karena PT. Karya Bisa belum mau melakukan upaya damai yang saya tawarkan” ujar Mangatur Nainggolan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat (09/10/2019).

Menurut Mangatur Nainggolan, pada Oktober 2018 yang lalu, PT. Karya Bisa awalnya berjanji akan menyanggupi kewajibannya senilai Rp2,12 Miliar secara cicilan, tetapi hingga perkara ini bergulir ke pengadilan, PT. Karya Bisa belum melaksanankan sesuai janjinya tersebut.

“PT. Karya Bisa dalam hal ini juga telah ingkar janji, di mana pada Oktober 2018, mereka berjanji akan menyanggupi kewajibannya secara cicilan, tetapi hingga hari ini ternyata nihil,” tambah Managing Partner dari Mangatur Nainggolan Law Firm ini.

Setelah perkara ini diperiksa,  PT. Karya Bisa mengakui bahwa mereka memang mempunyai kewajiban tersebut. Di persidangan muncul fakta baru bahwa ternyata PT. Karya Bisa memberi kuasa direksi kepada Siti Afievah dan men-sub kontrakkan proyek pembangunan University Training Center UNJ ke beberapa kontraktor.

Kuasa Hukum Pemohon juga mempertanyakan legal standing PT. Karya Bisa, sehingga men-sub pekerjaan ke kontraktor lain.

Di pihak lain, ketika dihubungi lewat WhatsApp, Budi selaku Kuasa Hukum PT. Karya Bisa, tidak merespons pesan singkat yang ditanyakan Redaksi PROJUSTISIANEWS.ID.

“Saya menduga adanya penyelewengan di PT. Karya Bisa. Apa dibenarkan PT. Karya Bisa sebagai kontraktor men-sub pekerjaan kepada kontraktor lain?” tutup Mangatur Nainggolan sembari meninggalkan Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

BACA:  Rugi Puluhan Triliun, Asabri: Gara-gara Benny Tjokro & Heru Hidayat

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *