Prof Dr James Tangkudung: Covid-19 Adalah Seleksi Genetik

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Prof Dr James Tangkudung, Sportmed, salah satu pakar medis di bidang olah raga mengatakan bahwa wabah Covid-19 adalah seleksi genetik yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Selektisi genetik yang dimaksudkannya adalah bahwa mereka yang memiliki daya tahan (imunitas) tubuh yang kuat akan bertahan dan sebaliknya akan tumbang menghadapi virus corona. James Tangkudung menyampaikannya pada Rabu (22/4/2020) di Jakarta.

Menurut James bahwa pandemi Covid-19 akan mencapai puncaknya pada Mei-Juni 2020 dan pada Juli 2020 akan turun. “Saya memprediksi jumlah orang terpapar Covid-19 di Indonesia akan mencapai sekitar 100.000 orang,” kata James yang juga adalah guru besar bidang olahraga di UNJ (Universitas Nasioanl Jakarta).

Dalam melindungi diri dari wabah Covid-19 ini kita harus disiplin menggunakan masker, sering cuci tangan, sementara lebih banyak berada di rumah saja, dan menghindari sedapat mungkin keramaian (social distancing dan phisical distancing).

Hal tersebut sudah bagus, tetapi ada hal lain juga yang perlu diperhatikan. James menambahkan hal lain tersebut, “Kita juga harus berolahraga, minum vitamin, istirahat yang cukup, banyak minum air putih hangat (kalau bisa hindari yang dingin), dan yang tidak kalah penting adalah sering melatih bernafas panjang menghirup oksigen sebanyak mungkin.”

Mengapa kita harus sering melatih bernafas panjang menghirup oksigen sebanyak mungkin? Ini jawaban James, “Pasalnya virus corona ini bersaing dengan oksigen untuk masuk ke darah merah (eritrocit). Virus corona ‘membajak’ dan mengikat hemoglobin (HB) yang seharusnya HB ini diikat oleh oksigen atau HB 02.” Jadi jangan sampai HB di dalam darah kita dirampas oleh virus corona.

Dampak buruknya bagi tubuh kita, virus corona tersebut menggunakan darah merah sebagai penyebaran dan duplikasi yang menjadi “kendaraannya” menjelajahi seluruh tubuh kita. Virus corona tersebut masuk ke paru-paru, otak, jantung, ginjal, hati, dan seluruh tubuh. Kita akan kekurangan oksigen terutama yang dibutuhkan jantung, paru-paru, dan otak. Akibatnya kita sulit bernafas kemudian infeksi panas atau biasa disebut demam tinggi.

Karena itu, jangan malas berolahraga sambil menghirup nafas yang panjang. “Alangkah baiknya kita berolahraga di pagi hari mulai jam 6-9 di rumah atau di sekitar rumah,” tutupnya.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

BACA:  Dilema Mengatasi Monyet Liar

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *