Persemaian Padi dengan Metode Jaring Mulai Diperkenalkan ke Petani Malaka

MALAKA, PROJUSTISIANEWS.ID — Metode baru yang diperkenalkan ke petani padi di Malaka melalui Program RPM adalah metode persemaian padi menggunakan jaring.

Metode ini telah diaplikasikan oleh kelompok tani Membramo, Dusun Rabone, Desa Angkaes, Kecamatan Weliman, Malaka. Jaring yang digunakan adalah jaring ikan dengan ukuran lubang 1 mm. Panjang jaring 100 meter dengan lebar 120 cm dapat menampung 100 kg benih untuk pertanaman seluas 5 ha.

Tahapannya pertama menyiapkan bedeng persemaian, bentangkan jaring kemudian dilapisi lumpur 1-2 cm. Benih direndam 2-3 malam sampai berkecambah, lalu ditaburkan di bedeng persemaian. Selanjutnya ketika benih berumur 14 hari sampai 21 hari siap pindah tanam.

Saat ini di kelompok tani Membramo telah ditanam padi asal benih dengan metode jaring seluas 10 ha.

Penyuluh pertanian Domi Wola menyatakan kelompok binaannya ini merupakan kelompok pertama di Malaka yang menggunakan metode ini.

“Keunggulan dari metode ini, memudahkan pencabutan, akar tidak putus sehingga mengurangi kematian benih di awal tanam, dan waktu pencabutan lebih cepat dan berdampak pada biaya yang lebih murah” jelas Domi.

Ketua Tim Pakar RPM, Dr Herry Kotta menyatakan model ini akan disosialisasikan dan secara masif harus digunakan oleh petani Malaka. Untuk selanjutnya menggunakan alat tanam (transplanter) untuk penanamannya.

“Metode persemaian dengan jaring dan menanam dengan transplanter adalah revolusi bidang pertanian” jelas Herry. (radarperbatasan.com)

BACA:  Dua Agama Besar Sepakat MADU Bermanfaat untuk Kebugaran Tubuh dan Kesehatan

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *