Pengusiran Paksa Buruh Harian Lepas ( BHL) di PTPN V Sei Rokan Riau

RIAU, PROJUSTISIANEWS.ID — Pihak manajemen Perusahaan PTPN V Sei Rokan Riau mengusir paksa para Buruh Harian Lepas ( BHL) dan meminta mereka mengosongkan rumahnya. Pengusiran tanpa konfirmasi yang jelas tersebut terjadi pada Kamis (22/8/2019) pukul 10.00 WIB di Sei Rokan, Riau.

Pihak PTPN V mengerahkan aparat keamanan (Polisi dan TNI), Satpam, Askep (Asisten Kepala), Asum (Asisten Umum), dan seluruh jajarannya.  Alasan pengusiran tersebut bermula pada keterlibatan para Buruh dalam sebuah organisasi serikat buruh, yakni Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) yang dipimpin oleh Bapak SF. Sitanggang selaku ketua DPC Kabupaten Rokan Hulu-Riau.

Melalui tindakan refresif dan pengintimidasian terhadap buruh tersebut, mengakibatkan para buruh tidak memiliki tempat tinggal, dan menjadi trauma. Mereka saat ini tinggal dan berteduh di tenda seadanya di pinggir jalan yang jauh dari layak sebagai tempat tinggal manusia. Adapun korban dari tindakan refresif tersebut rata-rata para buruh yang masih produktif dan masih memiliki tanggung jawab kebutuhan hidup terhadap isteri dan anak-anaknya, baik itu kebutuhan untuk makan maupun biaya sekolah anak-anak.

Di tempat terpisah, para buruh diperlakukan hal secara tidak berperikemanusiaan. Salah satu buruh atas nama Feriyanto mengatakan pada saat itu akan dilakukan wirid (berdoa) di rumahnya. Beliau sebagai salah satu buruh yang terdampak meminta tolong agar tidak dilakukan pengosongan rumah tersebut untuk satu malam saja agar bisa melakukan kegiatan wirid. Namun, tindakan refresif dari pihak keamanan semakin menjadi-jadi, dengan melakukan pemutusan aliran listrik di rumahnya, serta mengeluarkan semua barang-barang yang ada di dalam rumah dengan paksa.

Keluarga Mula Joni Sihotang juga mengalami hal yang serupa atas tindakan refresif dan intimidasi dari pihak perusaahan. Akibat pengosongan rumah secara paksa, tanpa adanya penghuni rumah di saat itu. Beliau mengalami kehilangan beberapa barang berharga seperti emas dan uang kurang lebih sebesar Rp7 juta. Ketika beliau pulang bekerja, ditemui barang-barang keseluruhan sudah berada di luar rumah. Sementara itu, uangnya diambil. Selama ini ia sudah bersusah payah cari dan kumpulkan. Tadinya, uang tersebut direncanakan untuk biaya rumah sakit anaknya di medan, pupus sudah.

Saat ini buruh sangat mengharapkan bantuan dari setiap stakeholder, agar kiranya perusahaan bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. Karena selama ini parah buruh sudah merasa sangat berjasa terhadap perusahaan, rata-rata 5-20 tahun bekerja di perusahaan. Dengan jam kerja mulai pukul 07.00-17.00 WIB. Kehidupan mereka jauh dari sejahtera. Mereka juga tidak pernah menerima THR, maupun BPJS sebagai haknya. Menurut pengakuan para buruh bahwasannya mereka juga menerima upah jauh dari upah rata-rata minimum yang telah ditentukan oleh UU. Mereka menerima hanya sebesar Rp35.000/hari dan Rp70.000/ton jika memanen buah kelapa sawit.

Adapun tuntutan kami, akibat pengusiran dan pengosongan rumah secara paksa oleh perusahaan tersebut:

  1. Perusahaan harus bertanggung jawab dan memberikan THR kami yang selama ini, sebagai pengganti kerugiaan kami.
  2. Perusahaan harus bersedia mengganti uang sebagai ganti rugi, agar kami bisa mendapat layanan BPJS, di mana pun nanti kami akan bekerja.
  3. Perusahaan juga harus mengganti dan membayar seluruh upah minum kami selama ini, berdasarkan upah yang telah ditentukan oleh negara.
  4. Perusahaan harus bertanggung jawab atas pesangon kami para buruh. Atas akibat tindakan refresif yg telah dilakukan perusahaan kepada kami. Agar kami bisa mencari pekerjaan lain.

Dalam hal ini juga kami sebagai buruh yang sedang berjuang, dalam mendapatkan hak-hak dan segala tuntutan kami memohon dengan sangat kepada segenap stakeholder agar bisa membantu dan meringankan beban yang sedang kami alami saat ini. Kami juga berharap kehadiran Bapak/Ibu KOMNAS HAM, baik itu Komnas Perempuan dan juga Komnas Anak. Agar sudi kiranya mendampingi kami di tenda-tenda pengungsian. Hingga saat ini kami masih trauma akibat tindakan refresif, dan intimidasi yang dilakukan perusahaan terhadap keluarga kami para buruh. Kami takut, jika sewaktu-waktu pada malam hari tiba, kami akan di intimidasi kembali oleh pihak-pihak suruhan perusahaan.

Buat Bapak Jokowi juga, kami berharap kepada Bapak selaku Presiden RI agar memerintahkan anak buah bapak untuk mendampingi dan bisa mempercepat proses hukum yang sedang kami tempuh terhadap pihak perusahaan. KPK juga tolong agar dihadirkan, khusus untuk Perusahaan PTPN V Sei Rokan Riau karena disinyalir banyak kongkalikong yang mengarah pada praktik-praktik KKN. Kami tidak mau KKN berkembang biak di Rokan Hulu, khususnya di PTPN V Sei Rokan Riau karena kami masih punya saudara-saudara yang sedang aktif bekerja diperusahaan tersebut.

Ttd Sekjend FSBSI

Alter Situmeang

No kontak/informasi Pejuang Buruh:

  • Alter Situmeang (081275328370)
  • Henry Sihombing (081275550341)
  • Indra Pasaribu (082174647119)
  • Sabar F. Sitanggang (082384982346)
BACA:  Truk Katering Tabrak Japan Airlines di Soetta, Bodi Pesawat Sobek

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *