Penangkapan Aktivis Toleransi Beragama Dipertanyakan

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Berita viral kasus pelarangan dan penolakan ibadah Perayaan Natal di dua kabupaten Sumatera Barat berbuntut ditangkapnya Sudarto oleh polisi pada Selasa (7/1/2020). Penagkapan aktivis toleransi beragama ini mengundang pertanyaan publik, mengapa dia ditangkap? Apa salahnya? Koq bisa dia ditangkap?

Sudarto, aktivis Pusat Studi Antar Komunitas (Pusaka) Padang yang ditangkap personel Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sumatera Barat (Sumbar) itu diduga terkait tindak pidana kejahatan dunia maya.

Sudarto dianggap telah melakukan penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (sara) sebagai mana yang diatur dalam Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45 Undang-undang No. UU ITE.

Redaksi Projustisia sendiri mengangkat kasus yang disampaikan Sudarto ini soal adanya larangan Perayaan Natal di Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Sijunjung. Bahkan Sudarto sendiri hadir dalam undangan Acara Refleksi Akhir Tahun yang diselenggarakan GAMKI pada Desember 2019 lalu. Pada acara tersebut ia membeberkan penolakan dan pelarang tersebut. Beritanya baca di sini:

Sudarto dituduhkan telah menyebarkan informasi tersebut melalui akun media sosial Facebook bernama Sudarto Toto sejak 14 Desember 2019.

Saat di Jakarta, Sudarto pun sudah melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM dan Ombudsman untuk mengadukan nasib umat Kristiani yang dilarang tersebut agar mendapatkan izin merayakan Natal dan Tahun Baru.

Kasus penangkapan Sudarto memang masih menjadi tanda tanya besar. Pihak berwajib seharusnya dapat menyampaikan informasi yang benar apa alasan penangkapan Sudarto. Kita akui Sudarto bermaksud baik mengadukan kasus pelarangan dan penolakan tersebut kepada Komnas HAM dan Ombusdman. Namun terkadang maksud baik seseorang dengan mudahnya dibelenggu oleh ketidakadilan. Semoga kepastian hukum berpihak kepada yang lemah.

BACA:  Dugaan Perbuatan Amoral Seorang Pendeta HKBP

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *