Pemerintah Wajib Hadir untuk Menjamin Hak Dasar Anak di Masa Pandemi Covid-19

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Berdasarkan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI pada Kamis (23/4/2020) dan terkait dampak pandemi Covid-19 terhadap anak-anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait (Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak) berpendapat bahwa Pemerintah wajib hadi menjamin Hak Dasar Anak dalam situasi seperti ini. Hal ini disampaikan Arist kepada PROJUSTISIANEWS melalui pesan WA (WhatsApp), Jakarta, Rabu (29/4/2020).

“Ini demi kepentingan terbaik anak Indonesia dan kemungkinan terjadinya serangan virus Corona terhadap anak Balita terlantar dan anak disabiltas. Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang diberikan tugas dan fungsi oleh pemerintah dan masyarakat untuk melindungi anak Indonesia, menghimbau seluruh pengurus dan pengelola Rumah Sosial Perlindungan Anak maupun Panti bagi anak-anak balita terlantar dan atau anak-anak dalam situasi disabilitas untuk mengambil langkah dan kebijakan Total LOCK DOWN,” tegas Arist.

“Dengan demikian negara dan pemerintah di masing-masing daerah patut dan dituntut wajib hadir untuk memenuhi hak-hak dasar anak seperti layanan kesehatan berupa imunisasi, dan pemberian secara rutin berupa vitamin, pemberian makanan tambahan selain ASI yang dapat meningkatkan daya tahan dan atau kekebalan tubuh anak dari serangan Covid 19. Demikian juga pemberian sandang dan pangan yang layak bagi anak,” lanjut Arist.

Arist berharap pemerintah di masing-masing daerah Kota, Kabupaten dan Provinsi juga harus menjamin seluruh kebutuhan anak baik fisik dan sosial selama diberlakukannya total Lock Down bagi Rumah Sosial dan panti anak termasuk jaminan sosial bagi pengelola dan pengasuh Rumah Sosial anak tersebut.

Dengan cara ini, anak selama tinggal dan di “panti saja” dapat dipastikan bisa terhindar dari serangan virus corona, asal saja semua aturan dan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berdasarkan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) maupun standar-standar kebijakan sosial lainnya yang dikeluarkan pemerintah seperti Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Selama total lock down di masing-masing rumah sosial anak harus dipastikan tidak ada kegiatan-kegiatan yang mengumpulkan anak.

Anak tetap diajarkan dan ditanamkan nilai tentang kebersihan, cuci tangan dengan sabun secara rutin, tidur teratur, jaga jarak, dan taat menggunakan masker. Anak-anak perlu diberikan kesempatan bermain, berolahraga dan bersolidaritas di antara sesama anak.

Selama total lock down, rumah perlindungan sosial anak wajib menerapkan kewajiban mendasar yang dikeluarkan WHO serta aturan atau kebijakan seperti tidak menerima kunjungan sosial dari pihak manapun. Bila memberikan bantuan sosial atau donasi tidak juga diperlukan acara seremonial.

“Demikian juga dengan suplai bahan-bahan makanan kering dan atau basah seperti sayur, dan lauk pauk yang menjadi kebutuhan dasar anak harus sungguh-sungguh dijamin steril,” demikian Arist mengakhiri penjelasannya. Anak Indonesia Tangguh dan Merdeka melawan Covid 19.

Tentang data anak yang terpapar Covid-19, Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa usia 5-17 tahun ada 175 anak dan anak balita usia 0-4 tahun berjumlah 51 orang terkonfirmasi positif corona (untuk seluruh Indonesia). Pasien sembuh usia 5-17 tahun sebanyak 22 anak dan anak Balita usia 0-4 tahun 14 orang sembuh.

Sementara korban meninggal dunia anak usia 5-17 tahun sebanyak 4 anak dan anak Balita usia 0-4 tahun ada 4 anak. Laporan data terpilah dan terinformasi ini menunjukkan peningkatan penyerangan Virus Corona terhadap anak maupun Balita. (Boy Tonggor Siahaan)

BACA:  GEPENTA dan Pemkab Tobasa Rencanakan Sinkronisasi Program Bersama

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *