Niat Ingin Memperkosa Gagal, Eh Malah Ditangkap Polisi

PROJUSTISIANEWS.ID, KANDIS — Wido Alfandi Juanda alias Fandi Bin Jhon (18) berniat ingin memperkosa Nisa (20) saat ia tidur di kamarnya. Rencana Fandi gagal karena Nisa sempat terbangun dan berteriak sekencang-kencangnya minta tolong. Karena panik, Fandi langsung lari tanpa busana. Nisa melaporkan kejadian yang menimpanya kepada Polisi di Polsek Kandis, Kabupaten Siak, Riau, Kamis (16/7/2020).

Laporan polisi menyatakan bahwa ada dua saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Saksi pertama adalah Rachmawati dan saksi kedua bernama Afrima Ningtyas.

Kronologis kejadian yang menimpa Nisa diceritakan sendiri olehnya. Kejadian tersebut bermula pada saat korban bersama saksi pertama sedang tidur berdua di kamarnya. Sekitar pukul 04.15 WIB, korban terbangun karena ada yang meraba-raba mulai dari kepala sampai ke kakinya. Korban terbangun dan melihat seorang laki-laki duduk di dekat kakinya tanpa berpakaian (bugil). Korban kaget sambil berdiri dan berteriak minta tolong. Pelaku mendorong korban sehingga korban tersandar ke lemari. Keributan tersebut membuat Rachmawati terbangun dan berusaha membantu korban dengan cara mendorong pelaku. Karena takut ketahuan, pelaku lari kabur melewati pintu dapur. Saat bersamaan, tetangga korban bernama Afrima Ningtyas datang membantu korban. Kedua saksi melihat pakaian pelaku tertinggal, yaitu: sehelai baju kaos warna abu-abu lengan warna pink, sehelai celana pendek warna biru, dan sehelai celana dalam warna hijau. Pakai pelaku tertinggal di samping tempat tidur korban. Korban dan kedua saksi mengamankan pakaian pelaku dan memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangga korban.

Pakian pelaku tertinggal di kamar korban.

Pada Kamis (16/7/2020) pukul 06.30 WIB, korban memberitahukan kejadian tersebut kepada Irawadi dan Eko (tetangga korban). Kedua orang itu mendatangi rumah pelaku dengan membawa baju, celana pendek, dan celana dalam milik pelaku yeng tertinggal di kamar korban. Setelah bertemu dengan pelaku dan menunjuk bukti pakaian tersebut, akhirnya pelaku mengakui perbuatannya. Pihak keluarga korban menghubungi Polsek Kandis untuk melaporkan kejadian tersebut. Polisi melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengamankan barang bukti untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak Polsek Kandis memberikan pasal yang dipersangkakan, yaitu Pasal 285 Jo 53 ayat (1) KUHPidana

KANITRES IPTU Paisal, S.H mengatakan bahwa pihak Polsek Kandis telah bertindak terhadap pelaku dengan pemeriksaan urine (hasil amphetamine negatif), pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Kandis untuk antisipasi penyebaran Covid-19, membuat laporan, olah TKP, mencatat keterangan para saksi. Dari hasil laporan polisi, ternyata rumah pelaku dan korban tidak terlalu jauh.

“Kami akan melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka, pemeriksaan para saksi, dan pengiriman SPDP,” tutur IPTU Paisal, S.H. (JT)

BACA:  Berkas Perkara Pidana Rekind VS Perusahaan Boy Thohir di Polisi Tak Mungkin Hilang

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *