Napi Bunuh Napi di Lapas Tebing Tinggi

MEDAN, PROJUSTISIANEWS.ID — Seorang narapidana (Napi) narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tebing Tinggi melakukan pembunuhan terhadap rekan satu selnya bernisial DS warga Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (31/7/2019).

“Napi yang terlibat kasus narkoba sebagai pelaku kekerasan yang menewaskan rekan satu selnya itu berinisial SB warga asal Medan. Tersangka ini sudah diamankan berikut barang bukti kayu,” ujar Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Rahmadani.

Rahmadani mengatakan, motif penganiayaan ini berawal dari barang – barang milik tersangka yang hilang di dalam kamar tahanan. Kehilangan itu sesuai pengakuan pelaku sudah sering terjadi. Pelaku pun menjadi emosi atas kehilangan barang.

“Tersangka menaruh dendam dan akhirnya menganiaya rekannya itu menggunakan sebuah kayu balok. Korban yang selama ini menjalani masa hukuman atas kasus pencurian itu pun tewas. Tersangka sudah diboyong ke polres atas kasus pembunuhan itu,” katanya.

Bunuh Diri

Di lokasi terpisah, seorang napi kasus narkoba melakukan bunuh diri di dalam sel tahanan di Lapas Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Napi yang ditemukan tewas dengan kondisi leher terikat kain sarung, tergantung di jeruji besi jendela sel tahanan.

“Napi yang nekat melakukan bunuh diri itu adalah bernama Zul (27) warga Jalan Beringin, Pasar VII Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deliserdang. Jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga,” ujar Kepala Pengamanan Lapas Lubukpakam, Anom.

Anom mengatakan, latar belakang yang membuat Zul mengakhiri hidupnya ditengarai karena masalah depresi. Selama ini, Zul mengidap penyakit human immunodeficiency virus (HIV). Selama ini, Zul ditempatkan dalam sel khusus.

“Saya mengetahui adanya napi bunuh diri setelah dihubungi petugas. Saya cek ternyata benar dan langsung hubungi petugas Inafis Polres Deliserdang untuk mengevakuasi korban,” ujar Kepala Pengamanan Lapas Lubukpakam tersebut.

Ditambahkan, depresi Zul semakin parah karena selama menjalani hukuman di lapas tersebut, dirinya sama sekali tidak pernah dibesuk oleh keluarganya. Petugas lapas sudah mencoba menghubungi keluarga napi tersebut.

“Orang bersangkutan menjalani hukuman 8 tahun penjara atas kasus narkoba. Penyakit yang diidapnya dan tidak adanya pihak keluarga membesuk, membuatnya terguncang dan melakukan bunuh diri,” sebutnya.

Sumber: Suara Pembaruan
BACA:  Empat Polisi Terlibat Penculikan WNA Inggris, Ini Skenarionya

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *