Merawat dan Membumikan Nilai-nilai Luhur Pancasila

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Kondisi Indonesia sampai saat ini sangat memprihatinkan. Rongrongan disintegrasi bangsa makin kuat dengan mnculnya isu-isu radikalsme negatif, intoleransi, dan marginalisasi suku-suku tertentu. Jika hal tersebut terus-menerus dibiarkan, maka ancaman disintegrasi bangsa akan merugikan Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan keberagamannya. Inilah topik yang diangkat dalam Dialog Kebangsaan “Merawat dan Membumikan Nilai-nilai Luhur Pancasila demi Mewujudkan Indonesia Maju,” di Gedung Joang, Menteng, Jakarta, Minggu (25/8/2019).

Penyelenggara dialog ini adalah Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pembumian Pancasila (DPP GPP). Menurut Ketua Umum DPP GPP Dr. Antonius Dieben Robinson Manurung, MSi,  sistem bernegara kita harus segera diatasi dengan baik agar disintegrasi bangsa dapat dicegah. “Karena itu kita membutuhkan rejim yang mampu melakukan pembumian Pancasila. Sampai saat ini tidak ada rejim yang membumikan Pancasila. Di samping itu, kita tidak punya sistem ideologi Pancasila,” tegas Antonius.

Bangsa ini semakin menjadi bangsa pelupa dan untuk menjadi penghianat semakin besar. Lihat saja, misal, dari sistem pendidikan nasional kita. Bendera Merah Putih sangat minim di dalam sekolah. ”Bendera-bendera di sekolah hanya 10% dari puluhan ribu sekolah dari SD sampai Universitas di Indonesia. Apa tidak ada tindakan Pemerintah untuk mengintruksikan di setiap sekolah untuk memasukkan bendera,” ujarnya.

Antonius menuturkan, untuk membumikan Pancasila maka dibutuhkan strong will (kebijkan yang kuat) dari Pemerintah, khususnya Menteri Pendidikan dan Menteri Riset dan Perguruan Tinggi dalam melakukan kebijkan di dunia pendidikan. ”Soekarno menggali Pancasila 1 Juni 1945. Berarti ada air, sayangnya airnya menjadi keruh karena selama 32 tahun dijajah oleh Pemerintahan Orde Baru dengan cara intimidasi indoktrinal Pancasila. Bangsa ini sedang sakit,” jelasnya.

Radikalisme, intoleransi, neoliberalisme, dan kapitalisme adalah musuh dari Pancasila yang mengakibatkan terdistorsinya Pancasila selama ini. Antonius meminta, agar Pemerintah Joko Widodo bertindak tegas terhadap setiap orang yang menolak ideologi Pancasila. “Orang yang menolak ideologi Pancasila adalah penghianatan terhadap Proklamasi dan UUD 1945. Bila perlu dicabut kewarganegaraannya,” tambah Antonius.

Hadir sebagai pembicara Budayawan yang juga Anggota Dewan Pembina Eros Djarot, Ketua Umum Ikatan Pendukung Kemerdekaan Bambang Sulistomo. Dialog tersebut, dimoderatori Dr, Bondan Kanumayoso. Di tempat yang sama, mantan Danjen Koppasus, yang juga Anggota Dewan Pembina GPP Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya melantik struktur pengurus DPP GPP.

Wisnu mengingatkan DPP GPP di bawah Kepemimpinan Dr Antonius Dieben Robinson Manurung, MSi dan Sekretaris Jenderal DPP GPP Dr Bondan Kanumayoso agar Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dibutuhkan dalam kehudupan nyata. Wisnu mengingatkan,  dalam menghadapi kejahatan transnasional maka dibutuhkan solusi. Salah satunya pendidikan Kader. “Karena itu GPP harus siap melalui pendidikan Kader,” tutup Wisnu. (BIS) 

BACA:  BMKG Imbau Warga DKI Jakarta Bijak Gunakan Air

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *