Menuntut Bekerja Kembali, Puluhan Buruh Bergiliran Jaga Pabrik Sulindafin

TANGERANG, PROJUSTISIANEWS.ID — Alasan tutup dan tidak lagi beroperasi, dianggap tiga ratusan buruh PT. Susilia Indah Synthetic Fibers Industries (Sulindafin) hanya akal-akalan. Sebab, menurut Setiadi Surahman selaku salah satu Pengurus Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) PT. Sulindafin, alasan tutup yang disampaikan Perusahaan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dikatakannya, Perusahaan masih melakukan kegiatan produksi dengan mempekerjakan karyawan.

“Kalo menurut pihak manajemen, dia akan melakukan penutupan. Tetapi sampai hari ini-pun masih ada aktifitas di dalem,” ujar Setiadi, Selasa (17/12/2019). Padahal sejak 28 Nopember 2019 lalu, PT. Sulindafin yang berlokasi pabrik di Jl. Imam Bonjol, Kota tangerang itu, sudah menyatakan dirinya tutup karena merugi sebesar Rp42 miliar dalam dua tahun terakhir.

Setiadi mengaku, pihaknya telah berupaya untuk memusyawarahkan permasalahan hubungan kerja ratusan buruh bersama manajemen Sulindafin. Sebab, PT. Sulindafin hanya menawarkan uang kompensasi pesangon yang hanya 70% dari satu kali ketentuan undang-undang. Namun selalu berakhir tanpa kesepakatan. “Sebenarnya dari serikat buruh yang ada, sudah dilakukan mediasi. Tetapi dalam mediasi itu belum terjadi kesepakatan,” katanya.

Rencananya, para buruh akan mendatangi Pemerintah Kota Tangerang pada pekan depan. Ia berharap, Walikota dapat turun tangan dan memfasilitasi perundingan antara para buruh yang telah bekerja puluhan tahun dengan Perusahaan. “Sampai hari ini, pihak Pemerintah belum ada yang turun dan hanya memberikan anjuran,” tandas Setiadi.

Ditambahkannya, para buruh sengaja mendirikan tenda yang dibangun tepat di depan pintu gerbang Perusahaan. Mereka secara bergantian, siang dan malam menjaga tenda yang sempat mau dibongkar paksa oleh Perusahaan. Dalam tuntutannya, mereka meminta dipekerjakan kembali dan tetap membayarkan iuran jaminan sosial kesehatannya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Menuntut agar kita dipekerjakan kembali, dan dibayarkan kembali iuran BPJS yang telah diblokir karena PHK sepihak,” tambahnya. (buruh-online.com)

BACA:  Perkembangan Terkini Penolakan Ibadah dan Perayaan Natal di Dharmasraya dan Sijunjung

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *