Megawati Kepada Cinta Laura: Pemuda Harus Punya Semangat Juang

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Megawati Soekarnoputri mengatakan hal ini di depan Cinta Laura: Pemuda harus punya semangat juang. Mantan Presiden RI kelima ini mengatakannya dalam acara bertema Indonesia Muda Membaca Bung Karno, Selasa (29/6/2021). Penyelenggara acara daring adalah Megawati Institute. 

Dalam kesempatan menyampaikan pendapatnya, Cinta Laura mengagumi sosok Bung Karno. Ia menilai Bung Karno adalah orang yang mendorong kesetaraan. Hal ini menginspirasi negara lain. “Dari pemilihan panggilan bung saja, sudah terlihat jelas bahwa beliau tidak mau adanya sekat yang memisahkan dirinya dari rakyatnya. Sepanjang hidupnya ia mendorong dan menginspirasi negara-negara lain untuk berjuang atas kemerdekaan,” ungkap Cinta dari tayangan Youtube Megawati Institute.

Cinta menjabarkan hal itu terbukti dari pujian yang beliau dapatkan dari pemimpin dunia. “Seperti Mao Xe Dong, Nelson Mandela, Yaser Arafat, Eisaku Sato, Ernesto Guevara, dan masih banyak lagi. Bung Karno adalah sosok yang kuat, tetapi juga menawan dan murah hati,” lanjut Cinta.

Menurut Cinta, sosok Bung Karno mampu menggerakkan dunia lewat pola pikir dan kata-katanya. “Seribu orangtua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia,” ucap Cinta. Semangat tersebut juga menjadi inspirasi Cinta menyelesaikan pendidikannya dengan mengambil 2 jurusan sekaligus.

Apa Respons Megawati?

“Satu yang harus diingat oleh anak muda siapa pun dia, harus punya fighting spirit (semangat juang). Tanpa fighting spirit, kita tidak akan menjadi bangsa yang besar,” respons Megawati. Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga pernah berpesan kepada Presiden Joko Widodo untuk tidak memanjakan generasi milenial. Dia menilai hal itu sebagai bentuk tantangan untuk maju dengan berdiri di kaki sendiri.

Putri Bung Karno kelahiran 1947 itu menyatakan bahwa ia memahami masa perjuangan kemerdekaan RI. Dia pun menanamkan dalam diri pentingnya semangat juang. Salah satu yang penting buat anak muda, jangan lupa jadi diri kalian. “Jadi untuk mengetahui jati diri kalian sebetulnya gampang, jangan lupa sejarah bangsa,” katanya.

Megawati juga mengisahkan bahwa Bung Karno pada masa Orde Baru karena persoalan politik, pernah sampai ingin ditiadakan dari sejarah bangsa. Namun, Megawati menyatakan, Bung Karno melalui ide dan pemikirannya, terus hidup di berbagai zaman. Belajar dari fenomena itu, Megawati menilai sudah pantas anak muda untuk mempelajari pikiran Bung Karno.

Bagaimana Mengimplementasikan Semangat Juang?

“Saya juga pengikut pikiran beliau atau yang disebut ajaran-ajaran dari Bung Karno yang menurut saya logis, realistis, dan melewati zamannya,” lanjutnya. Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu menambahkan, Bung Karno bersama Bung Hatta terus berjuang agar Indonesia lepas dari penjajahan. Akhirnya, kedua tokoh itu pun berhasil memproklamasikan kemerdekaan RI. Megawati tidak bisa membayangkan Indonesia seperti Palestina yang hingga saat ini belum merdeka. “Coba kalian pikirkan sebuah negara, Palestina, hari ini belum menikmati kemerdekaannya. Nah, coba bayangkan kalau kalian tinggal di Indonesia, ini adalah negeri kita, lalu tidak bisa merasakan rasa kemerdekaan itu. Makanya saya selalu kalau mau pidato, saya bilang merdeka, dan itu spontan,” serunya.

Dengan semangat juang, lanjut Megawati, anak muda bisa membantu rakyat-rakyat kecil di pelosok daerah yang kurang mendapat akses ke pasar global. Dia juga mengajak milenial untuk menggandeng rakyat-rakyat kecil agar bisa mandiri. “Hal utama dari anak negeri ini adalah fighting spirit. Supaya apa? Supaya kita dapat menolong rakyat Indonesia. Itu grassroot kita,” pungkasnya. Meskipun sudah berusia 74 tahun, Megawati tetap memegang teguh fighting spirit.

Hadir sejumlah pembicara, yakni Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim, Founder & CEO Tokopedia William Tanuwijaya, Staf Khusus Kepresidenan Putri Tanjung, Founder & CEO Kitabisa.com M Alfatih Timur, dan Komisaris BSI & Alumni SPBB Megawati Institute Arief Rosyid. Ada juga Cinta Laura (pemerhati pendidikan & artis), Bagus Ade (aktor), Hanna Keraf (Co-Founder Du Anyam), dan Mevlied Nahla (seniman-violinis).(Sumber: Akun YouTube Kompas TV dan jpnn)

BACA:  Kita Semua Bersaudara, 11 LSM se-Kepri Galang Bantuan

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *