Kuwait dan Arab Saudi Alami Temperatur Tertinggi di Bumi ini

DUBAI, PROJUSTISIANEWS.ID  — Seorang lelaki meninggal di Kuwait kemarin ketika negara itu dilanda gelombang panas. Lelaki itu, yang meninggal karena sengatan panas, ditemukan dengan alat-alatnya di sebelah tubuhnya.

Menurut harian Al Rai, polisi dan ambulans berpacu ketika ada laporan dari orang yang sakit itu, tetapi dia sudah meninggal pada saat mereka sampai di sana. Laporan forensik menunjukkan adanya paparan sinar matahari yang berlebihan.

Kuwait pada Sabtu (15/6/2019) lalu mencatat suhu tertinggi di dunia mencapai 52,2 derajat Celcius di bawah bayangan dan 63 derajat Celcius di bawah sinar matahari langsung. Sementara di Arab Saudi, merkuri naik menjadi 55 derajat Celcius di Al Majmaah pada siang hari.

Gelombang panas diperkirakan akan terus berlanjut hingga musim panas, yang secara resmi akan dimulai pada 21 Juni. Situs web Arabia Weather menyatakan bahwa gelombang panas juga telah melanda Qatar, Bahrain dan UEA, dengan panas disertai dengan tingkat kelembaban yang tinggi.

Meteorolog di Kuwait memperkirakan musim panas yang bergejolak tahun ini, mencatat bahwa suhu bulan depan bisa mencapai 68 derajat di bawah matahari.

Di Irak, provinsi selatan Maysan mencatat 55,6 derajat Celcius. (kwttoday.com)

BACA:  Jebloknya Rasio Pajak Indonesia

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *