Kumpulan Marga Batak se-Jabodetabek Deklarasikan Percepatan Pariwisata Danau Toba

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) tepatnya di aula Fakultas Kedokteran UKI (Graha Willian Suryajaya) diselenggarakan Acara Deklarasi Percepatan Pariwisata Danau Toba pada Minggu (29/9/2019). Acara tersebut diinisiasi Komite Danau Toba yang diketuai Edison Manurung, SH., MM.

Edison Manurung mengatakan, acara Deklarasi ini untuk Percepatan Pariwisata Danau Toba mendunia di era Pemerintahan Presiden Jokowi, bermitra dengan para Ketua Umum Marga dan Marga-marga se Jabodetabek, Tokoh Adat, Tokoh Budaya, Akademisi, dan seluruh stakeholder Kawasan Danau Toba (KDT).

Menurut Manurung, “Ada 160-an kumpulan Marga dan Marga-marga yang bermitra dengan Komite Danau Toba di Jabodetabek ini. Kita juga bekerjasama dengan para tokoh adat, tokoh budaya, akademisi, dan seluruh stakeholder, yang dilatarbelakangi kerinduan untuk segera memajukan Kawasan Danau Toba sebagai pariwisata yang mendunia.”

Komite Danau Toba berperan dan siap menjembatani pemerintah daerah dan masyarakat setempat ketika ada hambatan dalam percepatan pengembangan pariwisata Danau Toba, sehingga hambatan dan kendala apapun dapat segera diselesaikan. “Tanggal 13 Oktober 2019, kami akan turun ke lapangan, untuk bicara dengan masyarakat seputar Danau Toba, khususnya di Sigapiton yang kemarin masih mengalami kendala,” ujar Manurung.

Beberapa undangan yang hadiri turut menyampaikan sambutan antara lain: Asisten Pemerintahanan dan Dinas Pariwisata Drs. Jumsadi Damanik, SH., M.Hum dan mantan Wakil Gubernur Sumut, Brigjen TNI (Purn). Dr. Hj. Nurhajizah Marpaung, SH., MH.

Marpaung mengatakan bahwa dalam mengambil keputusan, hendaknya melibatkan seluruh unsur masyarakat setempat. Budaya Batak juga harus diangkat, bukan sekadar pariwisatanya.

Sementara itu, perwakilan Ketua Umum marga yang memberikan sambutan antara lain, Ketua Umum Parsadaan Pomparan Raja Toga Manurung dohot Boruna (Patambor) Indonesia, Prof. Dr. Adler Haymans Manurung  dan St. Dr. Pontas Sinaga, M.Sc, Ketua Umum Parsadaan Pomparan Toga Sinaga & Boruna (PPTSB) Jakarta Raya dan sekitarnya.

Mewakili para Bupati sekawasan Danau Toba, yang memberikan sambutan adalah Wakil Bupati Tobasa, Ir. Hulman Sitorus, MM, mewakili Bupati Ir. Darwin Siagian, M.Sc, dan Bupati Samosir, Drs. Rapidin Simbolon, MM. Sementara, Bupati Tapanuli Utara dan Humbahas berhalangan hadir.

Dari Kemenko Maritim, mewakili Menko Maritim, Luhut B. Panjaitan, Dr. Nani Hendiarti juga menyampaikan presentasinya mengenai pemetaan potensi pengembangan wisata Danau Toba. Nani berkata bahwa kita perlu mengubah perilaku yang menjadi bagian penting dalam pengembangan wisata Danau Toba.

Selanjutnya, dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menampilkan Direktur Pemasaran, Ir. Basar Simanjuntak, MT. Dia mengatakan bahwa sejak BPODT terbentuk 2017, sudah melakukan sosialisasi terhadap pemerintah sekawasan Danau Toba.

Menyoal peristiwa Sigapiton, Simanjuntak mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan sudah ada pembicaraan dengan masyarakat. Pihaknya juga tidak menyangka, bakal ada gejolak dari masyarakat setempat.

Sambutan terakhir dari anggota DPR RI, Drs. Sahat Silaban, Fraksi Partai Nasdem. Menurutnya, Komisi V DPR adalah komisi yang tepat sebagai pendukung kebijakan pembangunan infrastruktur, yang paling dibutuhkan untuk pengembangan Kawasan DanauToba.

Silaban juga berpesan dalam hal mengembangkan pembangunan kawasan pariwisata Danau Toba, janganlah sampai mengorbankan masyarakat setempat. “Saya tidak rela jika masyarakat menjadi terabaikan dan seharusnya dapat dibicarakan lebih adil dan bermartabat,” tandasnya.

Deklarasi Percepatan Pariwisata Danau Toba ditandatangani oleh St. Edison Manurung, SH., MM (Ketua Umum Komite Danau Toba), Drs. Martua Situngkir, Ak (Ketua Panitia), Drs. Nikson Nababan (Bupati Tapanuli Utara), Dosmar Banjarnahor, SE (Bupati Kabupaten Humbang Hasundutan), Ir. Darwin Siagian, M.Sc (Bupati Kabupaten Toba Samosir), Drs. Rapidin Simbolon, MM (Bupati Kabupaten Samosir), dan perwakilan pengurus marga, organisasi Batak, dan personal.

Ada sekitar 300-an peserta yang hadir dalam acara tersebut. Mereka kebanyakan adalah komunitas atau perkumpulan marga-marga Batak yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Perwakilan marga-marga Batak yang hadir antara lain: Manurung, Butarbutar, Sidahuruk, Sinaga, dan lain-lain. Hadir juga beberapa organisasi Batak lainnya, seperti Lembaga Adat Budaya Batak (LABB), BATAK CENTER, dan lain-lain. Selain itu, acara tersebut dihadiri pula perwakilan-perwakilan dari pemerintah daerah, seperti Tapanuli Utara, Toba Samosir, dan mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Ibu Marpaung) serta beberapa staf dari Kementerian Kemaritiman dan Kementerian Pariwisata.

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

BACA:  Indahnya Bertoleransi: Ribuan Umat Islam Shalat Id di Depan Gereja

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *