KPK Pastikan Ada Keterkaitan Sekjen PDIP dengan Perkara Suap Komisioner KPU

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memiliki keterkaitan dengan perkara suap komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Kepastian soal itu disampaikan KPK melalui Plt Jurubicara Ali Fikri. Kemarin, Jumat 24 Januari 2020, Hasto menjalani pemeriksaan tim penyidik lembaga anti rasuah. Ia diperiksa sebagai saksi selama 6 jam.

Pemeriksaan Hasto guna melengkapi berkas perkara tersangka. Selain Hasto, pada hari yang sama, tim KPK juga memeriksa komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy’ari.

“Tentunya para saksi yang kami hadirkan (termasuk Hasto Kristiyanto) terkait dengan rangkaian perbuatan dari empat tersangka,” kata Ali Fikri menjelaskan ihwal pemeriksaan Hasto.

Empat tersangka yang dimaksud adalah Harun Masiku (politikus PDIP), Saeful Bahri (staf kesekjenan DPP PDIP), Wahyu Setiawan (komisioner KPU), dan Agustiani Tio Fridelina (eks anggota Bawaslu).

Meski begitu Ali Fikri enggan menjelaskan detail materi pemeriksaan Hasto. Ia enggan memberikan kepastian ketika ditanya Hasto dikonfirmasi terkait sejumlah kabar yang beredar di media.

Antara lain Hasto disebut kerap bertemu dengan Harun. Hasto juga disebut sebagai orang yang memerintahkan pengacara Donny Istiqomah untuk mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara ke MA. Dalam putusannya MA mengabulkan gugatan tersebut dan kemudian digunakan menjadi dasar bagi PDIP menyodorkan nama Harun Masiku sebagai anggota DPR menggantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia sebelum hari pemilihan.

Kabar lain menyebutkan Harun menyetor uang Rp1,7 miliar kepada Hasto yang kemudian dari Hasto uang tersebut dibagikan ke sejumlah pihak salah satunya diserahterimakan kepada Wahyu KPU melalui tersangka Agustiani Tio.

“(Mengenai) detail materi (pemeriksaan Hasto), tentu karena ini bagian dari pemeriksaan perkara berjalan, kami tidak bisa sampaikan secara detail. Tentunya nanti rekan-rekan atau masyarakat bisa melihat lebih jauh terkait dengan beberapa saksi yang diperiksa, nanti ketika di persidangan,” tutur Ali Fikri.

Sementara itu, Hasto memastikan bahwa dirinya patuh terhadap hukum. Ia membenarkan dirinya diperiksa terkait kasus suap PAW PDIP yang menyeret beberapa kader PDIP dan komisioner KPU Wahyu Setiawan sebagai tersangka.

“Hari ini saya memenuhi tanggung jawab sebagai warga negara di dalam menjaga marwah KPK, saya memenuhi undangan untuk hadir sebagai saksi,” kata Hasto yang mengatakan kemeja putih dibalut jas hitam.

Hasto mengaku dicecar 24 pertanyaan oleh tim KPK. Salah satunya pertanyaaan mengapa PDIP menyodorkan Harun Masikhu sebagai anggota DPR PAW menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal sebelum Pileg berlangsung.

Diketahui, Nazarudin menjadi politikus PDIP yang berhasil memperoleh suara tertinggi di dapil Sumatera Selatan I, yakni 145.752 suara. Sedangkan Harun berada di posisi keenam dengan 5.878 suara. Lalu posisi kedua hingga ke kelima ditempati Riezky Aprilia (44.402 suara), Darmadi Jufri (26.103 suara), Doddy Julianto Siahaan (19.776 suara), dan Diah Okta Sari (13.310 suara).

“Mengapa saudara Harun (Masiku) kami juga memberikan keterangan karena yang bersangkutan punya latar belakang yang baik, sedikit dari orang Indonesia yang menerima beasiswa dari Ratu Inggris dan memiliki kompetensi dalam international economic law,” ucap Hasto usai menjalani pemeriksaan.

Dengan pertimbangan itu, Hasto mengaku dirinya tak ragu untuk memperjuangkan Harun Masiku sebagai anggota DPR. Ia mengambil contoh pengalaman partainya saat PAW tahun 2009. Ketika itu PDIP menyalurkan suara Sutradara Ginting kepada caleg PDIP lainnya yang dinilai berprestasi.

“Ketika almarhum Sutradara Ginting juga meninggal dan kami limpahkan suaranya kepada kader yang menurut partai terbaik. Jadi kami memberikan keterangan terkait hal tersebut,” demikian kata Hasto Kristiyanto. (katta.id)

BACA:  Melalui Aplikasi Skype, Kejari Bintan Membacakan Putusan Pidana Perkara, Tindak Pidana Narkotika Jenis Sabu

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *