KLHK Menahan Direktur CV BEA Pengolah Kayu Ilegal

Pekanbaru, PROJUSTISIANEWS.ID — KLHK menahan dan menetapkan Direktur CV BEA sebagai tersangka pada 13/08/2021.

Selain menjadi Direktur W merupakan pemodal dan penanggung jawab operasi pengolahan kayu yang dinyatakan ilegal. Saat ini, W ditahan di Polda Riau.

Baca Juga: https://projustisianews.id/limbah-tankos-pt-ivomas-berserakan-di-jalan/

Dalam kasus ini Gakkum KLHK yang menahan Direktur CV BEA tergabung dalam Penyidik SPORC Brigade Harimau Jambi dan Beruang Pekanbaru. KLHK mengamankan barang bukti berupa 1 truk dan 9 meter kubik kayu gergajian ilegal. Barang bukti diamankan di Dinas Kehutanan Provinsi Jambi.

Penetapan W sebagai Tersangka berawal dari pengamanan 1 truk merk Mitsubshi Canter warna kuning bermuatan kayu gergajian sebanyak ± 9 meter kubik. Operasi Pengamanan dan Peredaran Hasil Hutan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jambi dilakukan di jalan lintas Jambi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. 27 Juni 2021,

Sekira pukul 01.15 WIB, Setelah diamankan Balai Gakkum melakukan pengumpulan bahan dan keterangan serta pemeriksaan Sawmill CV BEA. Pemeriksaan dilakukan pada Desa Lipat Kain Selatan, Kabupaten Kampar Kiri, Propinsi Riau, sebelum menetapkan W sebagai tersangka.

Penyidik Gakkum KLHK menjerat W dengan UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan, Pemberantasan Perusakan Hutan, yang diubah dengan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun serta pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Penyidik saat ini masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lainnya. Terungkapnya kasus ini hasil kerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Polda Riau, dan Polda Jambi.

Sumber : Ditjend Gakkum KLHK

BACA:  SAA Angkat Isu Krusial Agama dan Warga Negara yang Terpinggirkan Pada Kepemimpinan Baru Indonesia

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *