Kepala Dinas Tenaga Kerja Rokan Hulu Enggan Ditemui Pejuang Buruh

RIAU, PROJUSTISIANEWS.ID — Heri Islami selaku Kepala Dinas (Kadis) Tenaga Kerja Rokan Hulu, Riau, enggan ditemu pejuang buruh yang mengadukan nasib para buruh karena pengusiran paksa sepihak dari Perusahaan PTPN V Sei Rokan Riau, Senin (2/9/2019) di kantornya. Pihak Polsek setempat menghimbau agar kasus pengusiran paksa buruh segera diselesaikan, tetapi Kadis tersebut mengabaikan pengaduan para Buruh.

Sebelumnya pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tandun sekitar pukul 10.00 Wib pada hari yang sama telah mendatangi tempat para buruh dan keluarganya berkemah untuk meminta keterangan. Perwakilan buruh telah membicarakan kasus pengusiran tersebut kepada polisi.

Agus Swandi selaku Kanit Reskrim dari Polsek Tandun bertanya sudah sejauh mana perkembangan kasus perjuangan masyarakat terhadap instansi terkait? Pihak kepolisian menyarankan kalau bisa kasus ini segera dituntaskan. Pihak kepolisian memberitahu agar tidak terjadi informasi simpang siur di lapangan yang diterima oleh pihak kepolisian dari masyarakat. Sebab, sudah ada perwakilan dari desa yang menyatakan keberatan atas keberadaan masyarakat pejuang buruh yang tinggal di kemah. Keberatan tersebut telah disampaikan oleh Suprianto selaku Kepala Dusun (Kadus) Ujung Batu Timur. Suprianto sendiri juga menjabat sebagai Mandor I Afd IV. Ia memberi himbauan kepada Polsek Tandun agar kemah-kemah masyarakat pejuang segera ditertibkan dengan alasan keamanan.

Suroso sebagai salah satu pejuang buruh menerangkan bahwa proses penyelesaian sengketa tuntutan buruh ini masih sedang berlangsung. Kemarin pada 2 September 2019 sekitar pukul 11.00-15.00 WIB Perwakilan Pengurus sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja. Namun, terkesan tidak ditanggapi oleh Tomy yang menjabat sebagai mediator Pemutusan Hubungan Industrial (PHI). Ia hanya mengatakan silahkan ditunggu informasi dari Heri Islami. Pada saat pertemuan itu berlangsung memang Kadis tersebut tidak berada di tempat. Alasannya bahwa ia sedang menghadiri pelantikan Anggota DPRD Kabupaten Rokan Hulu.

Baca juga: Pengusiran Paksa Buruh Harian Lepas ( BHL) di PTPN V Sei Rokan Riau

Pihak perwakilan buruh sudah menunggu 3 jam (13.00-15.00 WIB) di area kantor dinas. Mereka kembali menanyakan tentang kehadiran Kadis. Melalui pengakuan stafnya bahwa Kadis sudah kembali. Ketika pihak buruh ingin bertemu, ternyata Kadis masa bodoh menemui para buruh dan terkesan menyelonong pergi untuk menghindari para perwakilan buruh. Padahal di saat itu masih jam kerja.

Dengan nada kesal Ibu Siboro selaku pimpinan MPC FSBSI, memarahi staf dinas dengan mengatakan: “Mengapa kalian tidak memanggil kami ketika bapak Kadis sudah berada di tempat? Bukankah kalian yang mempersilahkan untuk menunggu?”

Dalam hal ini, perwakilan buruh merasa ada ketidakberesan dan tidak profesionalnya pihak pemerintah dalam menanggapi dan menyelesaikan kasus buruh di Rokan Hulu ini.

Baca juga: Pihak Manajemen PTPN V Mengintrogasi Pejuang Buruh yang Diusir Paksa

Keterangan selengkapnya dapat menghubungi:

  • Suroso (0823 8675 1936)
  • Alter Situmeang (0812 7532 8370)

Pewarta: Boy Tonggor Siahaan

BACA:  Presiden Jokowi: KPK Perlu Dewan Pengawas untuk Tangkal Penyalahgunaan Wewenang

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *