Kasus Pembunuhan Nenek Tua 6 Tahun Lalu Tidak Ada Titik Terang

KABANJAHE, PROJUSTISIANEWS.ID — Ketidakadilan hukum terjadi dalam kasus perampokan yang merenggut jiwa. Korbannya adalah seorang nenek bernama Dina Boru Siagian (68) di Jalan Bunga Kenanga Pasar I Lingkungan I PB Selayang II, Medan Selayang. Sejumlah kalangan dan praktisi hukum menyampaikan keprihatinanya. Pasalnya, Dina ditemukan tewas di kamarnya pada Selasa (9/9/2014) silam.

Kasus pembunuhan berencana ditangani oleh penyidik Reskrim Polsekta Medan Sunggal dibantu oleh penyidik dari Polrestabes Medan.

Kapolsekta Sunggal adalah Kompol Aldi Subartono. Ia telah melakukan penyidikan pada saat itu. Selanjutnya ia menjabat sebagai Kasat Reskrim Polrestabes Medan (sekarang sudah pindah). Namun mirisnya, Kompol Aldi Subartono pindah lagi dari Kasat Reskrim Polrestabes Medan hingga selama sekitar enam tahun belum disentuh Hukum.

John L Situmorang SH dari Kantor Hukum John L Situmorang & Partners di Jakarta kepada Projustinews, Minggu (06/07/2020) melalui pesan WhatsAppnya, Ia menegaskan kasus ini sudah terlalu lama tidak terungkap. “Apakah Polri khususnya Polrestabes Medan ada sengaja melakukan pembiaran untuk tidak mengungkap pelaku pembunuhan sadis ini dan sudah sampai sejauh mana sekarang proses penyidikannya,” pungkasnya.

Polsekta Medan Sunggal maupun penyidik dari Polrestabes Medan tidak transparan dalam penyelidikan kasus yang sempat menjadi perhatian publik di kota Medan itu.

Bayangkan bagaimana geramnya hati pihak keluarga korban. “Air mata keluarga sudah kering akibat kasus ini tidak terungkap. Kita butuh kepastian hukum dan keadilan,” John L Situmorang

Perampok tersebut telah membunuh Diana boru Siagian dan menggasak sertifikat rumah, perhiasan emas, dan uang kontan Rp36 juta. Pelaku mengambilnya dari dalam lemari korban.

Adapun dari penyelidikan kasus pembunuhan itu karena barang-barang berharga korban seperti emas, uang tunai Rp36 juta serta sertifikat rumah yang disimpan di lemarinya tidak disertakan dan tidak diketahui polisi. Pintu rumahnya juga tidak ada yang rusak, padahal korban dibunuh di dalam rumah sewaktu menantunya ke pajak (red.: pasar) saat datang ke sana,” kata John L Situmorang SH.

Tidaklah mungkin dari keterangan saksi yang diperiksa penyidik polisi belum menemukan titik terang siapa otak pelaku pembunuhan ini. Ya memang kasus ini patut dipertanyakan kepada Polrestabes Medan. “Kepolisian, dalam Undang-undang No 2 tahun 2002, pasal 13, melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat, menegakkan ketertiban dan pastikan tegaknya hukum, faktanya enam tahun kasus ini gelap,” Pungkasnya

Miris.. “Nah ini sudah sekitar 6 tahun kasusnya berjalan belum diketahui siapa saja yang terlibat dan siapa otak pelaku pembunuhan itu agar kasus itu segera terungkap dan terang benderang,” tegas John L Situmorang.

(Monang Sitohang)

BACA:  Modus Bancakan Menjarah Aset Antam

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *