Ribuan Nasabah Fiktif Rugikan Koperasi Hingga Miliaran Rupiah

BANDUNG, PROJUSTISIANEWS.ID – Sungguh di luar dugaan apa yang dilakukan oleh seorang mitra Koperasi Konsumen Trisakti bernama  Maryati, Ia diduga menggelapkan dana koperasi hingga Rp 15 Miliar.

Menurut pengakuan para pengurus Koperasi, pelaku telah melancarkan aksinya sejak tahun lalu, namun karena adanya kecurigaan para pengurus, akhirnya modus pelaku terbongkar.

“Maryati tidak beraksi sendirian, dia bekerjasama dengan seorang berinisial DH yang juga merupakan salah satu karyawan di Koperasi Konsumen Trisakti,” ujar Dwi, yang merupakan Sekretaris Koperasi Trisakti di Reskrimum Polda Jawa Barat, Senin (28/10/2019).

Usut-punya usut, Maryati selama menjalankan aksinya itu sudah berhasil membuat 1.398 orang nasabah fiktif.

“Awalnya Maryati merupakan mitra dari koperasi kami, karena saling percaya, koperasi memberikan Maryati kepercayaan untuk mengurus para nasabah, tapi ternyata akhir-akhir ini semua nasabah yang jumlahnya 1.398 orang itu fiktif,” kata Dwi.

Awalnya para pengurus melaporkan permasalahan tersebut ke Polres Karawang dengan Nomor: STTL/1932/IX/2018/JABAR/RES KRW namun pihak Polres Karawang dinilai lamban dan kurang kemampuan untuk menuntaskan kasus tersebut hingga akhirnya dibawa ke Polda Jawa Barat. Hal itu seperti diungkapkan oleh Kuasa Hukum para Pelapor Mangatur Nainggolan, S.H.

“Kasus ini awalnya ditangani oleh Polres Karawang, tetapi sepertinya mereka tidak serius menyelesaikannya, akhirnya saya sebagai Kuasa Hukum membawa permasalahan ini ke Polda Jawa Barat,” kata Mangatur Nainggolan setelah mendampingi para Pelapor di Polda Jabar, Senin (28/10/2019).

Kuasa Hukum juga berharap, di tangan penyidik Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Persoalan ini dapat ditangani secara profesional dan segera dituntaskan.

“Semoga di tangan para penyidik Reskrimum Polda Jabar, kasus dugaan penggelapan, penggelapan dalam jabatan, dan/atau tindak pidana pencucian uang yang dialami klien kami dapat segera diselesaikan,” tutup Managing Partner Mangatur Nainggolan Law  Firm ini.

BACA:  Mahfud MD Sikapi Kasus Papua: Kedepankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *