Kapoldasu Agar Ungkap Kasus Pembunuhan Frengki Sitohang Sudah Dua Tahun Empat Bulan Tidak Ada Benderang atau Titik Terang

MEDAN, PROJUSTISIANEWS.ID — Dua tahun empat bulan, kasus pembunuhan belum menunjukkan titik terang hingga hari ini di Polres Pelabuhan Belawan atas meninggalnya Frengki Sitohang. Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin didesak turun tangan. Desakan itu disampaikan, John L Situmorang SH dari Kantor Hukum John L Situmorang & Partners, kepada Projustisianews.id via WhatsApp, Jumat (22/5/2020).

Orangtua korban, almarhum Frengki Sitohang, Ny Sitohang Br Siagian didampingi anaknya meminta bantuan hukum kepada Kantor Hukum John L Situmorang & Partners, agar ikut mendesak dan mendorong penangkapan terduga atau tersangka yang telah ditetapkan oleh Polres Pelabuhan Belawan atas meninggalnya almarhum Frengki Sitohang.

Panglima tertinggi, siapapun di depan hukum sama kedudukannya. Melihat sudah dua tahun empat bulan kasus itu mengendap, belum menunjukkan titik terang, John L Situmorang SH dengan tegas mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin turun tangan. “Karena ini menjadi preseden buruk dalam penegakan hukum di Sumatera Utara khususnya di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan,” ungkapnya Jhon L Situmorang.

Ibu almarhum dan keluarga selalu mempertanyakan mengapa Polres Pelabuhan Belawan belum bisa menangkap terduga pelaku. Padahal waktunya sudah cukup lama dari 2018 hingga hari ini, pelaku belum tertangkap, sebutnya.

SP2HP

Adapun SP2HP bulan Februari 2018 memang sudah cukup lama. Oleh sebab itu, kami meminta atensi Kapori, Kabareskrim dan Kapoldasu. Kami juga meminta Kadiv Propam untuk melakukan audit terhadap proses penyidikan ini. “Apakah sudah sesuai SOP atau memang ada penyimpangan dikarenakan ada indikasi lain,” tutur John L Situmorang SH dari Kantor Hukum John L Situmorang & Partners. Lanjut John L Sitomorang, kami minta para terduga tersangka yang tertera di SP2HP agar menyerahkan diri agar semua terang benderang jelas, John L Sitomorang.

Inisial Frengki Manutur Sitohang (27) warga Lingkungan 2, Lorong 3 Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan tewas usai dikeroyok sekelompok preman, Minggu (11/2/2018) dinihari lampau. Dia dikeroyok sesaat keluar dari warung Tuak yang ada di Bagan Deli.

Kasus ini berawal ketika korban bersama rekannya minum tuak, datang sekelompok preman mengambil tambul yang ada di meja korban. “Korban kemudian menegur preman yang diketahui bernama Krisno dan tiga temannya. Namun karena merasa tak senang, pelaku langsung memukul korban. Korban yang kena pukul di wajahnya langsung membalas dengan melemparkan gelas yang mengenai kepala. Kemudian kejadian tersebut langsung dilerai oleh pemilik kedai tuak marga Tampubolon,” sebut paman korban J Simangunsong (50) warga Komplek TKBM Sei Mati Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan.

Lanjutnya lagi, korban dipukul oleh para pelaku dari belakang di bagian kepala dan terjatuh hingga tak sadarkan diri. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengangkat tubuh korban yang sudah tidak berdaya dan membawanya ke rumah Sakit TNI AL Belawan namun, karena lukanya cukup parah maka korban dirujuk ke RS Martha Priskan Medan.

Oleh dokter korban langsung dirawat dan pada Senin (12/2/2018). Dini hari korban tewas dalam perwatan dokter. Kemudian jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisium.”Kami bukan tidak percaya kepada Polres Pelabuhan Belawan, namun kami meminta Kapolda Sumut untuk segera menangkap pelaku pembunuhan korban,” kata Simangunsong.

Kasat Reskrim Polres Belawan, mantan Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, mengatakan bahwa nama yang diduga sebagai pelaku sudah kami dapat, tetapi keberadaannya sedang kami dalami.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin ketika dikonfirmasi lewat WashApp belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.

Pewarta: Monang Sitohang

BACA:  Soal Harley, Erick Thohir Mau Pejabat Garuda Mundur Hari Ini

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *