Kadaluarsa Berjamaah

BATAM, PROJUSTISIANEWS.ID – Sudah habis masa jabatan Darma Wijaya Ketua Rukun Warga Bambu Kuning, Kelurahan Bukit Tempayan, Batu Aji – Batam sejak tanggal 19 April 2019, sampai saat ini masih aktif menjabat. Jejak ketua RW, juga diikuti tiga rukun tetangganya (RT) dari empat RT.

Sesuai Peraturan Wali Kota Batam Nomor 24 Tahun 2017 pasal 26 ayat 1: masa bakti ketua RW ditetapkan selama 1 (satu) periode selama 3 (tiga) tahun dapat dipilih kembali untuk periode berikutnya paling banyak hanya untuk 2 (dua) periode.

Bilapun ada perpanjangan masa bakti Darma Wijaya, kata seorang warga yang tidak bersedia namanya disebut, seharusnya dimusyawarahkan dan diterbitkan surat keputusan (SK). “Namun, tak ada musyawarah antar pengurus dan tak ada keterbukaan,” kata warga.

Lurah Bukit Tempayan, Syahrul Bahkry menolak memberikan jawaban kapan masa berakhirnya masa jabatan Darma Wijaya. Alasan penolakan, kata Syahrul Bahkry, sesuai arahan Camat Batu Aji. “Saya tidak bisa memberikan jawaban, camat sudah mengisntrusikan agar masalah ini ditanyakan ke camat saja,” kata Syahrul Bahkry.

Mendengar tanggapan lurah, warga menanggapi, bila instruksi camat lebih tinggi kedudukannya dari Peraturan Wali Kota Batam. “Buktinya, para perangkat lembaga kemasyarakatan yang kedaluarsa itu mengindahkan Perwako,” kata warga.

Sementara itu, ketika dihubungi melalui pesan whatsapp, Camat Batu Aji, Ridwan tidak memberikan jawaban apapun sesuai arahan lurah. Warga menilai lurah tidak bisa mengambil inisiatif untuk mengadakan musyawarah mufakat bersama tokoh masyarakat, pengurus RW dan pengurus RT untuk memperpanjang SK ketua RW.

“Justru melempar tanggungjawab ke camat. Sesuai peraturan, itukan tugas lurah,” katanya.

Budi Mardianto, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, mengatakan akan mempertanyakan perihal tersebut kepada lurah dan camat, melalui rapat dengar pendapat (RDP) yang dijadwalkan Rabu, 10 Juni 2020. “Kita akan pertanyakan SK perpanjangan itu kepada camat dan lurah pada RDP nanti,” kata Budi Mardianto.

BACA:  Jokowi Pindahkan Ibu Kota ke Penajam dan Kutai Kartanegara

(Nila)

 

 

 

 

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *