Jumaga Nadeak: Generasi Muda Tetap Tumpuan Bangsa

Projustisianews, Batam – Pemuda adalah tumpuan masa depan bangsa. Jumaga Nadeak, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau, mengatakan bangsa ini tidak boleh melupakan sejarah sembilan puluh dua tahun yang lalu. Dia menilai, itu adalah salah satu cara memaknai hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. Bangsa kita selalu memberikan penghormatan atas sejarah itu. Satu perjuangan yang pernah dicatat oleh pemuda Indonesia, tempo dulu.

Menurutnya, pemuda bangsa sekarang adalah cerminan pemuda tempo dahulu. Tetap menjadi tumpuan bangsa. Karena di pundak pemuda inilah nantinya masa depan bangsa. Oleh karena itu, di hari Sumpah Pemuda yang ke-92, Jumaga Nadeak, selalu mendorong pemuda untuk terus belajar. Jangan berhenti berinovasi untuk melahirkan ide-ide cemerlang. Pemuda yang berilmu, nantinya dapat membawa aspirasi masyarakat Indonesia. Dengan momen hari Sumpah Pemuda, generasi muda harus bisa memacu semangatnya sejalan dengan cita-cita masyarakat.

Generasi muda bisa menunjukkannya melalui belajar dan bekerja keras. Melakukan kegiatan positif seperti gerakan komunitas di wadah kampus, dan organisasi masyarakat. Dengan harapan, apa yang dimiliki pemuda, dapat dibagikan, dan masyarakat di sekitarnya pun merasakan manfaatnya. Bila dahulu pemuda melawan penjajahan, di zaman sekarang perjuangan pemuda adalah memelihara perdamaian, keamanan, dan ikut berkontribusi demi kesejahteraan bangsanya. Yang paling penting, pemuda sekarang dapat mengingat dan memaknai perjuangan pemuda dahulu sebagai pelopor kemerdekaan Indonesia.

Baginya, pemuda adalah tetap pelopor kemerdekaan dan penjaga kesatuan di Indonesia. Tanpa peran pemuda, satu negara tidak akan maju. Namun, di tengah persaingan global dan kemajuan teknologi sekarang, Jumaga berharap pemuda dapat memilah-milah apa yang kira-kira harus ditingkatkan untuk mendukung pengetahuan dan keahliannya. Sebab, dampak negatif dari kemajuan teknologi juga tidak bisa dihindari. Pemuda harus bisa meng-counter, kabar atau berita tentang sesuatu yang sifatnya merusak, hoax, narkoba, pergaulan bebas, dan radikalisme. Tetapi dengan kecanggihan teknologi sekarang, Jumaga ingin generasi muda lebih memiliki pola pikir yang cepat dan serba bisa.

Jumaga tidak memungkiri, keberhasilan-keberhasilan yang telah dicatat oleh pemuda, tetapi ia juga tidak bisa menolak suguhan atas sejumlah kasus yang melibatkan anak muda, yang sebagian besarnya bermula dari media sosial. Satu tingkat peradaban, bahwa media sosial menjadi tempat bergabungnya para pemuda, lintas daerah, nasional bahkan internasional. Suatu hubungan yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Di media sosial para pemuda bisa melakukan hubungan real time 24 jam. Dan hal ini menjadi tugas semua pihak. Tak hanya tugas negara, institusi pendidikan yang mengawasinya, tetapi tugas orang tua dan seluruh elemen masyarakat.

Setiap kemajuan pemuda harus ada relevansinya dengan semua pihak. Disinilah peran kita sebagai negara, orang tua dan lembaga-lembaga pendidikan dan keagamaan untuk membentuk karakter generasi muda. Dengan harapan, ke depan, bangsa ini mampu melahirkan generasi mudah yang kuat, kukuh, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan bangsa dan rakyatnya. Sanggup menanggalkan ego suku, kedaerahan, kelompok dan ego pribadi untuk kepentingan mulia, persis seperti yang pernah dilakukan oleh pemuda zaman dulu.

(Nilawaty Manalu)

 

BACA:  Respons PGI Atas Ledakan Dahsyat di Beirut

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *