Jubelium 50 PGLII, Pdt Abednego Mulianto Halim, MTh: Dengan Semangat Api Injil Kita Harus Menjadi Berkat Bagi Bangsa Pada Konteks Moderasi Beragama

Jubelium 50 PGLII, Pdt Abednego Mulianto Halim, MTh Dengan Semangat Api Injil Kita Harus Menjadi Berkat Bagi Bangsa Pada Konteks Moderasi Beragama

PROJUSTISIANEWS.ID,  BATU – Dalam Perayaan Jubelium HUT 50 PGLII yang di hadiri oleh seluruh Perwakilan Pengurus PGLII Baik Tingkat Propinsi dan Tingkat Kabupaten dan Kota serta menerapkan Prokes Ketat, yang selenggarakan di Batu Malang Jawa Timur.

Disela – sela Selebrasi Jubelium HUT 50 Tahun PGLII awak media berhasil mewawancarai Ketua PGLII Kota Bandung Pdt Abednego Halim Mulianto, M.Th. mengatakan bahwa “Semangat Api Injil Hendaknya Kita mampu Berbuat dan menjadi Berkat Bagi Bangsa dalam Konteks Moderasi Beragama” katanya.

Baca juga: PMKRI Bandar Lampung Dukung PKC PMII Lampung Laporkan Oknum Anggota DPRD Provinsi Lampung

Lebih lanjut, katanya lagi maka dari itu hubungan dengan semua stakeholder dan juga menjalin atau membina hubungan dan membangun relasi dengan elemen atau instansi lainya  jelas sangat di perlukan, agar kita bisa menjalin persahabatan dengan siapapun tanpa melihat suku, ras dan agama.

Sehingga keteladanan Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja terlihat dan berdampak serta terpancar dari prilaku kita sebagai umatNYA di tengah Bangsa ini, Pungkasnya

Acara Jubelium HUT 50 Tahun ini yang juga dihadiri oleh Walikota Batu dan juga perwakilan Pemerintah Propinsi Jawa Timur hingga Tokoh lintas Agama.

PGLII adalah Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia atau juga Persekutuan Injili Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Juli 1971 di kota Batu, Malang, Jawa Timur, Indonesia, dengan motto “Dipanggil untuk Bersekutu dan Memberitakan Injil” yang didasarkan pada Matius 28:19 dan Galatia 5:1. Organisasi ini mirip Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia.

Dua tahun setelah Oikumenis WCC (“World Council of Churches”) dibentuk pada tahun 1984 di Amsterdam, Belanda, pada tahun 1951 dalam “Konvensi Internasional Evangelikal” di Wondschoten dibentuklah organisasi World Evangelical Fellowship (WEF) atau “Persekutuan Injili Se-Dunia”.

BACA:  Amerika Siap Berkompetisi Secara Ketat dengan Huawei

WEF menjadi wadah internasional bagi berbagai organisasi Kristen Injili. Sejak tahun 2002, World Evangelical Fellowship (WEF) berubah namanya manjadi World Evangelical Alliance (WEA). Dua gerakan misi Kristen modern dicirikan oleh dua pola pendekatan, yang satu oikumenikal dan yang lainnya evangelical.

Gerakan misi ini tentunya sangat berpengaruh bagi gerakan misi di Indonesia yang akhirnya juga terpolarisasi pada dua gerakan misi, yaitu oikumenikal dan evangelical. Gerakan evangelikal di Indonesia menemukan bentuknya melalui pergumulan yang intens dari tokoh-tokoh injili pada bulan Juni 1971 di City Hotel Jakarta dan pada bulan Juli 1971 di Batu, Malang, Jawa Timur, yang kemudian melahirkan Persekutuan Injili Indonesia (PII). (BTS)

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *