Jika Lukita Wali Kota Batam, Harapan Pelaku UMKM se-Kota Batam Kelak Akan Terpenuhi

Projustisianews, Batam – Puluhan pelaku usaha dari berbagai sektor informal menyampaikan harapannya kepada calon wali kota Batam 2020-2024, Lukita Dinarsyah Tuwo–Basyid, di warung Kijang, Tiban Center, Kecamatan Sekupang, Batam, Kepulauan Riau, Selasa, 27 Oktober 2020. Para pelaku usaha itu terdiri dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis ibu rumah tangga, pengusaha perbengkelan dan warga yang tinggal di pemukiman rumah liar (ruli).

Kepada Lukita, para ibu menyampaikan keluhannya sebagai pelaku UMKM. Selain kurangnya perhatian pemerintah Kota Batam kepada pelaku UMKM selama ini, keterpurukan ekonomi kian terasa akibat dampak pandemi covid-19. Tiurlena, pemerhati perempuan sekaligus penggiat UMKM berbasis ibu rumah tangga, menyampaikan kepada Lukita, mendekati pesta demokrasi, wacana UMKM tidak pernah habis dibicarakan.

Lebih-lebih karena dampak pandemi, persoalan UMKM pun menjadi perhatian semua pihak. Isu mengenai UMKM semakin menghangat dibicarakan di Kota Batam, mengingat daerah ini tinggal hitungan hari akan melaksanakan pemilihan wali kota Batam, tetapnya 9 Desember 2020 nanti. Belajar dari masa lalu, kepada Lukita, Tiurlena meminta, jika Lukita-Basyid menjadi pemimpin wali kota Batam terpilih, apa yang yang diharapkan para ibu rumah tangga pelaku UMKM, dapat terpenuhi. Pasalnya, setiap tahun politik, pelaku UMKM hanya dijadikan sebagai kampanye politik.

Para pelaku UMKM menyampaikan harapannya kepada Lukita di warung Kijang, Tiban Center, Sekupang, Batam. (Foto: Nilawaty Manalu)

Kepada Projustisia News, Tiurlena yang akrab dipanggil Ina ini mengatakan: “Masalah UMKM adalah masalah yang selalu diprioritaskan untuk diperhatikan para pelaku politik di Kota Batam.” Tetapi kenyataannya, pemerintah kurang merespons kegiatan UMKM, baik dari program bantuan yang disediakan pemerintah sendiri maupan dari kemudahan perizinan. Hal itu menjadi kesulitan yang dihadapi para pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya selama ini. “Yang ada, banyak yang tidak bertahan dan menutup usahanya. Atau bertahan dengan sistem gali lobang tutup lobang,” kata Ina.

Mewakili para ibu rumah tangga yang bergerak di UMKM se-Kota Batam, kepada Lukita, Ina mengatakan: “Pemerintah tidak bisa mengabaikan kehadiran pelaku usaha kecil di Kota Batam.” Sedikit banyaknya, kehadiran UMKM telah memberikan kontribusi kepada pembangunan daerah ini. Hanya saja, ketika pelaku UMKM mendapat kesulitan, pemerintah tidak hadir dan memberikan stimulan. Tetapi justru dipersulit untuk mengurus izin usaha. “Kami pelaku UMKM di sini sekarang Pak, ingin perubahan,” kata Ina kepada Lukita.

Beberapa alasan para pelaku UMKM harus menyampaikan hal itu kepada Lukita sore itu, karena mereka ingin perubahan dan kemudahan perizinan. Mereka telah mendengar sepak terjang Lukita semasa menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam beberapa waktu lalu, dinilainya mampu menumbuhkan UMKM di Kota Batam, melalui kegiatan-kegiatan yang digagasnya. Oleh karena itu mereka meyakini dengan terpilihnya Lukita menjadi pemimpin Kota Batam, apa yang menjadi harapan masyarakat kecil, khususnya pelaku UMKM bisa terpenuhi.

“Kami butuhkan memang perizinan yang sangat cepat. Kasihan teman-teman,” kata Ina. Selain itu, Ina juga meminta perhatian Lukita, kelak jika sudah memerintah Kota Batam, melalui birokrasinya untuk membantu para pelaku usaha dari segi permodalan. Meskipun harapan para pelaku UMKM bisa menembus pasaran luar negeri, tetapi untuk saat ini, Ina lebih konsen untuk pemasaran lokal. Tak seperti daerah lain yang telah memiliki sentra UMKM, Ina berharap, di masa kepemimpinan Lukita nanti, sentra UMKM di kota Batam bisa berdiri. Selain menguntungkan para pelaku usaha, sentra UMKM juga akan memudahkan para investor untuk bermitra dengan wirausaha-wirausaha yang ada di kota Batam.

Sementara itu, kepada para pelaku UMKM, Lukita mengatakan, salah satu yang menjadi program kerjanya nanti adalah Batam Bekerja. Dengan bangkitnya ekonomi rakyat melalui UMKM, selain menumbuhkan perekonomian, juga akan menciptakan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, untuk menghadapi daya saing, dia akan memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM saat mengurus perizinan. “Tinggal sampaikan dokumen pendaftaran ke PTSP, selanjutnya akan diurus oleh pegawai,” kata Lukita.

Lukita memastikan, jika masih ada dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk perizinan itu, nantinya itu akan dikerjakan oleh pegawai terkait, baik pegawai yang ada di BP Batam maupun yang ada di Pemko Batam. “Kalau saya nanti dan Pak Basyid mendapatkan amanah, yang ada di sini, bisa kita besarkan dan dorong,” kata Lukita. Terakhir, Ina mengatakan, dia bersama UMKM binaannya akan memberikan dukungan penuh kepada pasangan nomor satu ini, untuk maju menjadi pemimpin wali kota Batam periode 2020-2024. Para ibu rumah tangga pelaku UMKM itu juga mengucapkan terimakasih kepada Lukita, karena semua hasil produktivitas mereka diborong habis Lukita. Mereka berharap, cita-cita untuk membesarkan dan mendorong UMKM tercapai setelah Lukita duduk menjadi pemimpin kota Batam.

(Nilawaty Manalu)

 

BACA:  Diisolasi 15 Hari, Dokter Gigi Akhirnya Sembuh dari Virus Corona

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *