Jeritan Rakyat Kecil Kepada Calon Kepala Daerah di Natuna Jelang Pilkada 2020

NATUNA, PROJUSTISIANEWS.ID — Pilkada 2020 serentak mulai menjelang. Para calon kepala daerah (cakada) tentu berbenah dan siap-siap berkompetisi, baik calon baru maupun petahana. Terkadang para cakada banyak yang kurang mampu menangkap aspirasi rakyat kecil di daerahnya. Jeritan rakyat kecil kepada cakada perlu mendapat porsi besar, tetapi tidak dijadikan alat untuk kepentingan sendiri atau kelompoknya sebatas janji manis di bibir saja (lips service). Seperti apakah jeritan rakyat kecil ini? Mari ikuti penuturan rakyat kecil ini dari hasil wawancara PROJUSTISIANEWS.

Bercermin dari sudut pandang seorang warga Air Lunas, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, bernama Asrizal, PROJUSTISIANEWS bertemu di kediamannya pada Selasa (23/6/2020). Asrizal hijrah dari Pasaman ke Natuna pada 1995. Semenjak di Natuna, ia menyunting gadis daerah asli Natuna dan memgarungi biduk rumah tangga bersamanya.

Berbagai tantangan hidup di tanah rantau, Asrizal terus mencoba bertahan dengan mengedepankan kesabaran dan tabah hingga akhirnya menetapkan prinsip bersama istri dan dua orang anaknya terus berjuang yang berpegang teguh pada nawaitu “bagaimana hari esok akan lebih baik”.

Berpengalaman seadanya sebagai kerja serabutan dan supir colt diesel, istri tercintanya secara tulus membantu kebutuhan rumah tangga dengan berjualan kelontong dan sarapan pagi. Kehidupan mereka seadanya dan sederhana, tetapi keharmonisan rumah tangga tumpuan utama mereka.

“Beginilah kehidupan kita bang, biarpun seadanya, keharmonisan dalam keluarga dan bersama saudara itu sangat indah,” ujarnya.

Selain itu ungkapan realistis Asrizal menilik pembangunan Natuna dari 1995 hingga saat ini yang terus bergulir, faktualisasi fenomena dari jalan setapak hingga hadirnya jalan protokol itu sudah merupakan sebuah kemajuan pembangunan Natuna seiring pancaroba.

Jika ditarik kesimpulan atas perhatian pemangku kebijakan dari pusat pada rangkaian kunjungan berulang kali ke Natuna, sudah pasti ingin masyarakatnya di Natuna semakin maju dan sejahtera ke depan.

Atas perhatian yang telah diberikan itu, tidak kalah menarik isu yang berkembang suara hati anak negeri di perbatasan NKRI. Impian teramat sangat seiring semangat kebersamaan mendukung persepsi pembangunan berkesinambungan yang bermuara pada kesejahteraan ekonomi sosial.

“Kita punya hak menggantungkan harapan kepada pemimpin Natuna yang baru. Semoga mampu mengemban amanah menjalankan roda pemerintahan untuk Natuna lebih baik lagi,” ungkap Asrizal yang jarang duduk di warung kopi dan tidak mengerti tentang politik. Ia sendiri pun tidak tahu siapa calon Bupati dan Wakil Bupati yang kuat akan memimpin Natuna. 

Lapangan pekerjaan merupakan sebuah kebutuhan sangat penting dan mendasar, hingga peningkatan ekonomi seiring pembangunan di sektor pariwisata yang dinilai masih bergerak sedikit. Keniscayaan sebuah harapan yang hakiki kepada pemangku kebijakan. “Please Welcome” bagi investor untuk berinvestasi di Kabupaten Natuna.

Kabupaten Natuna memiliki banyak pontensi sumber daya alam yang tidak diragukan lagi, berbatasan dengan 7 negara tetangga. Keniscayaan harapan masyarakat tidak muluk-muluk, Natuna mampu menghadirkan lapangan pekerjaan yang produktif.

Tidak bisa dipungkiri dampak wabah Covid-19 juga sangat menggangu perekonomian bangsa kita saat ini. Semoga cepat berlalu. Natuna lebih maju lagi di tangan Bupati dan Wakil Bupati Natuna yang baru… Amin. Terlepas terwujud atau tidak, masyarakat hanya mampu sebatas menggantungkan harapan.

Penulis: Bung Lubis
Editor: Boy Tonggor Siahaan

BACA:  Waspada, Indonesia Bisa Saja Bubar

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *