Isdianto dan Pelaku UMKM Menyarap Bersama

Projustisianews, Batam – Isdianto, calon gubernur Kepulauan Riau (Kepri) 2020-2024, menyarap lontong bersama ratusan pelaku usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) di warung Kijang, Tiban Centre, Batam, Kepulauan Riau, Minggu, 1 November 2020. Meskipun kota Batam sedari pagi diguyur hujan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pelaku UMKM untuk datang ke tempat itu.

Isdianto tiba di warung Kijang pukul 07.00 wib. Hujan masih turun dengan derasnya. Awaludin, suami Tiurlena, penggiat UMKM Kota Batam, sempat merasa keki dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung. “Hujan belum mereda, yang datang belum seberapa,” kata Awaludin. Tetapi, para pelaku UMKM dan masyarakat sekitarnya mulai memenuhi tempat itu, tak lama berselang setelah Isdianto tiba. Ketika hujan mulai mereda, tempat itu sudah tak bisa membendung kedatangan para pelaku UMKM dan warga sekitar.

Melihat keadaan itu, untuk menjaga kontak fisik di masa pandemi covid-19, Tiurlena membuat inisiatif dengan cara bergiliran. Sembari menyarap, para pelaku UMKM melakukan perbincangan dengan Isdianto, menyampaikan masukan, kritikan maupun harapannya secara silih berganti. Tak ada pengeras suara (microphone), karena kegiatan itu bukan acara formal. “Agendanya, sarapan bareng bersama pelaku UMKM. Lihat saja banyaknya yang datang. Kasihan Pak Isdianto-nya kalau harus bersuara keras-keras, soalnya ada 80 komunitas,” kata Tiurlena kepada Projustisia News.

Isdianto, calon gubernur Kepulauan Riau 2020-2024 di tengah masyarakat dan pelaku UMKM saat sarapan pagi bersama, Tiban, Batam. (Foto: Nilawaty Manalu)

Kepada Projustisia News, Isdianto yang berpasangan dengan Suryani dalam pilkada nanti ini mengatakan, kondisi pelaku usaha UMKM, pasca pandemi covid cukup menyentuh hatinya. “Rata-rata memang dampak covid ini sangat luar biasa. Akan menjadi perhatian khusus kita,” kata Isdianto. Mendengar keluhan atas dampak yang dirasakan masyarakat, hatinya tergugah untuk memprioritaskan keberlanjutan UMKM, khususnya pedagang-pedagang kecil. “Kita akan bantu. Pedagang-pedagang kecil dulu, seperti penjual bakso, goreng pisang dan lain sebagainya. Kita akan usahakan memberikan bantuan sebesar lima juta, satu orang,” kata Isdianto.

Isdianto mengatakan, bantuan sebesar lima juta itu sudah dijalankan pemerintah kepada sebagian pelaku UMKM, tatkala ditanya, apakah pemberian bantuan tersebut setelah Isdianto duduk di kursi gubernur. Dia mengatakan bantuan itu sudah menyentuh beberapa pelaku UMKM. Tetapi belum menyeluruh. Pemberian bantuan itu, terbentur masalah waktu. Pasalnya, dia baru hitungan hari sebagai gubernur definitif provinsi Kepri, dan daerah Kepri sudah memasuki masa kontestasi politik untuk pemilihan kepala daerah 2020-2024.

Dia mengakan, roda perekonomian semakin bergulir di tengah masyarakat dengan pemberian bantuan itu. “Supaya masyarakat kita ini dapat kembali berusaha,” kata Isdianto. Dengan berjalannya usaha, akan mengubah perekonomian pedagang kecil dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Kebijakan pemberian dana stimulan itu rencananya akan diberikan kepada pelaku UMKM se-Kepri, bukan hanya kepada pelaku usaha yang mengajukan saja, tetapi kepada semua pelaku usaha yang terdata di pemerintahan. Namun, hal itu tidak terkejar, karena masa kepemimpinan Isdianto sebagai gubernur Kepri, sangat singkat. “Karena terlanjur cuti, kita akan pikirkan lagi ke depan,” kata Isdianto.

Kepada Projustisia News, Isdianto menceritakan, dari perbincangannya dengan beberapa warga yang datang dari pulau-pulau, ada yang mengeluhkan sentra UMKM. Rata-rata masyarakat pengrajin yang tinggal di pulau mengendalakan usaha kecil mereka. Pelaku usaha di pulau-pulau itu memang memiliki tempat, tetapi tidak memadai. Sehingga, mereka tidak merasakan dampak ekonominya. Mendengar hal itu, Isdianto pun menampung aspirasi masyarakat pelaku usaha yang tinggal di pulau-pulau itu. “Solusinya nanti, kita bangun satu tempat untuk tempat menjalankan hasil UMKM-UMKM mereka,” kata Isdianto.

Di tengah ketidakpastian kapan berakhirnya pandemi covid, Isdianto menyemangati para pelaku UMKM, untuk tetap kukuh menjalankan usahanya di tengah pandemi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Pemerintah daerah, bahkan negara belum bisa memastikan kapan berakhirnya covid-19 ini. Namun, masyarakat juga tidak mungkin selalu tinggal diam sampai menunggu pandemi mereda. Selain pemerintah tidak tinggal diam di tengah keterpurukan ekonomi masyarakat, Isdianto mengingatkan agar masyarakat tidak meninggalkan anjuran protokol kesehatan. “Teruslah berupaya, berusaha, dan berjuang dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” kata Isdianto.

Terakhir Isdianto juga menekankan kepada para pelaku UMKM, agar saat pelaksanaan pesta demokrasi 9 Desember nanti, masyarakat tetap memperhatikan anjuran protokol kesehatan. Mengingatkan masyarakat untuk menjadi pemilih cerdas saat menggunakan hak suaranya. Karena masa depan provinsi Kepri, tergantung pada pilihan masyarakat. “Jangan karena ada tekanan atau intervensi,” katanya. Karena itu, Isdianto berpesan, agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana.

Pada kesempatan menyarap bareng, Isdianto memborong semua hasil produktivitas pelaku UMKM. Lalu memberikannya kepada masyarakat sekitar dengan tujuan agar masyarakat tetap terinspirasi untuk menekuni usaha kecil di tengah pandemi. Para pelaku UMKM tampak antusias saat menyarap bareng bersama Isdianto. Selain merasa senang karena bisa menyampaikan aspirasinya kepada Isdianto, masyarakat juga berterima kasih kepadanya, karena Isdianto telah memberikan waktunya untuk sarapan pagi bersama.

(Nilawaty Manalu)

BACA:  Pemerintah Wajib Hadir untuk Menjamin Hak Dasar Anak di Masa Pandemi Covid-19

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *