Gara-Gara Rokok Yunus, Rakor Sempat Tergangu

Projustisianews, Batam – Gara-gara merokok, rapat koordinasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batam sempat terganggu dan sedikit memanas, Rabu, 7 Oktober 2020. Suasana itu terjadi, berawal ketika salah seorang anggota DPRD Kota Batam, Yunus, Wakil Ketua Komisi IV, merokok dalam ruangan serbaguna yang berpendingin atau air conditioner, di Kantor DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau.

Tiba-tiba, Alin, Koordinator Wilayah (Korwil) Melayu Raya Batam, menyela percakapan Nuryanto, Ketua DPRD Kota Batam, yang sedang menyoal masalah Ranperda yang tak kunjung diputuskan oleh karena banyaknya persoalan yang tak terselesaikan. “Instruksi Pimpinan, mohon izin kalau boleh dibagikan untuk Ranperda RTRW,” kata Alin, dengan maksud agar bisa membaca dan mengikutinya. Lalu, Nuryanto mengatakan akan menyiapkan salinan Ranperda sesuai permintaan Alin.

Suasana rapat koordinasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kantor DPRD Kota Batam.  (Foto: Nilawaty Manalu)

Kembali berbicara, Alin mengatakan: “Izin, satu lagi Pimpinan, mohon izin. Saya yakin dan sepakat kita di sini, ini adalah forum resmi yang ada di gedung dewan. Jadi saya mohon kepada Pimpinan untuk tidak merokok.” Jika memang forum itu adalah warung kopi, biar merokok bersama-sama, kata Alin. Ia meminta kepada pimpinan rakor, yang saat itu dipimpin Jefri Simanjuntak, untuk menghargai kuorum agar tidak ada yang merokok. “Baik. Kita putuskan tidak bisa merokok ya,” kata Jefry menjawab Alin.

Alin meminta kepada pimpinan agar ruangan rakor tidak berasap rokok, setelah melihat Yusuf merokok. Kemudian Nuryanto melanjutkan pemaparannya, membahas RTRW yang menjadi agenda rapat koordinasi antara pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam, Pemerintah Kota Batam, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam, dan lembaga-lembaga adat yang ada di Kota Batam.

Baru tiga menit Nuryanto berbicara, tiba-tiba Suherman, Ketua Ikatan Keluarga Rempang Galang, kembali menyela percakapan Nuryanto, meminta agar Yunus tidak merokok di ruangan. Ia berkata: “Yunus ini, tidak nyaman ini. Kita sudah sepakat tadi tidak merokok. Masih merokok di situ.” Ia meminta Yunus menghormati orang-orang yang di dalam ruangan. Lalu Yunus menjawab, “Anda itu orang Melayu, ini rapat tentang kampung tua,” kata Yunus menjawab Suherman. Melihat suasana semakin memanas, Jefri pun berusaha melerai keduanya. Lalu Suherman menjawab: “Jangan sok-sok elok sangatlah. Itu intinya.”

Beberapa kuorum sempat mengatakan tak mau melanjutkan rapat, kalau masih ada yang merokok. “Jangan dulu lanjut. Berhenti dulu, baru lanjut,” kata Suherman. Melihat situasi mulai ribut, Ismail, Ketua Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Kota Batam, meminta para anggota dewan menghormati agenda formal. Kepada Projustisia News, Ismail mengatakan, di satu sisi ia tidak menyalahkan kuorum, karena sedari awal sudah diingatkan agar jangan merokok.

Di sisi lain, ia pun meminta pengertian Yunus akan permintaan peserta rapat dan memberikan contoh yang baik. “Ada hal yang besar yang lebih penting dibicarakan, yakni masalah masyarakat. Kita juga meminta Yunus sebagai wakil rakyat bisa mengajari kami, baik sikap, lisan, dan cara,” kata Ismail. Sebagai orang Melayu, ia pun menjunjung tinggi nilai adat dan menghormati setiap perhelatan, bahkan jika ada larangan merokok pun harus menghormatinya. Sebagai orang Melayu, ia meminta Yunus seharusnya memberikan teladan yang baik.

(Nilawaty Manalu)

BACA:  Gejala Batuk dan Flu, Silakan Rapid Tes Gratis di Puskesmas

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *