Fraksi PSI Minta Empat Anggaran Fantastis Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Ditangguhkan

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID —  Empat usulan rancangan anggaran kegiatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dengan total Rp 133 miliar jadi sorotan anggota DPRD Komisi A. Empat anggaran itu berkait pengadaan fire rescue boat dengan anggaran sekitar Rp 44 miliar, kemudian rescue truck dengan robot pemadam sebesar Rp 45 miliar, mobil high volume pumpers sebesar Rp 29 miliar, penyediaan unit submersible pump with flood module sebesar Rp 15 miliar. Bahkan, salah satu anggota DPRD Komisi A Fraksi PSI August Hamonangan meminta agar empat anggaran itu ditangguhkan. “Coba dibuka empat komponen itu, saya mewakili fraksi PSI meminta empat anggaran itu ditangguhkan,” ujar August dalam rapat pembahasan rancangan APBD DKI Jakarta Tahun 2020, Sabtu (7/12/2019).

August juga meminta penjelasan akan urgensinya empat kegiatan itu bagi masyarakat. Setelah pernyataan itu, Ketua Komisi A Mujiyono pun langsung meminta Dinas Gulkarmat untuk membuka komponen empat anggaran yang disorot itu. Kepala Dinas Gulkarmat Subejo kemudian membuka satu demi satu aanggaran tersebut. Pertama, fire rescue boat dengan anggaran Rp 44 miliar.

Ia menjelaskan, fire rescue boat merupakan perahu yang digunakan untuk membantu pemadaman jika sewaktu-waktu ada kebakaran di laut. Menurut dia, selama ini fire rescue boat atau kapal pemadam kebakaran yang dimiliki Dinas Gulkarmat masih sedikit.

“Kita perlu punya, yang kami miliki sekarang kapastitas terbatas. Yang kami beli ini lebih besar kapasitasnya sehingga daya jangkaunya untuk melakukan upaya penyelamatan lebih efektif di Kepulauan Seribu. Jadi bagaimana DKI juga ingin berkontribusi menyelamatkan kebakaran di laut, pak, kami berharap dianggarkan. Kapasitas kapal ini dengan 4 X 22 meter,” ucap Subejo.

Menanggapi hal itu, August menilai fire rescue boat belum prioritas, ia pun mengusulkan anggaran itu diperkuat untuk mobil damkar di pos-pos Damkar wilayah. Ia pun kembali meminta empat kegiatan itu agar ditangguhkan bahkan dinolkan.

“Kalau dikatakan ini prioritas, apakah kegiatan ini bisa dialokasikan buat anggaran kegiatan lainnya kayak bus untuk damkar terus kayak misalnya mensosialisasikan pencegahan unit kebakaran. Makanya komisi A Fraksi PSI menilai tidak jadi prioritas, alangkah lebih baik kegiatan itu ditangguhkan atau dinolkan saja pimpinan, apalagi melihat dana anggaran kita sedang defisit,” kata August.

Menanggapi pernyataan itu, Anggota Komisi A lainnya, Jamaludin tidak sependapat dengan August. Ia menilai kapal di dalam laut ini diperlukan untuk penyelamatan kebakaran di laut. Apalagi berkaca saat ini banyak kapal-kapal di Muara Baru belakangan ini terbakar dan tidak terselamatkan.

“Nanti semakin banyak kapal yang tidak terselamatkan di Muara Baru kalau kegiatan ini dimatikan. Kalau di laut harus punya respons cepat, saya tidak sependapat untuk dinolkan, saya lebih mendukung kalau kapal ini malah diperkuat,” kata Jamal.

Kemudian, Subejo kembali menjelaskan kegiatan anggaran rescue truck dengan robot. Menurut dia, ada penambahan tiga unit truk dengan anggaran Rp 45 miliar itu. Penambahan truk dilakukan untuk merespons cepat ketika adanya peristiwa pohon tumbang, bangunan runtuh, menyelamatkan orang yang melakukan pencobaan bunuh diri, termasuk evakuasi sarang tawon. “Saya berharap banget ini masuk dalam pertimbangan komisi A untuk penambahan rescue truk ini,” ucapnya.

Lalu, Subejo menjelaskan penyediaan mobil high volume pumpers yang dianggarkan dengan anggaran Rp 29 miliar Penyediaan mobil high volume pumpers ini agar dapat menampung hydrant atau air sebagai bahan baku pemadam kebakaran. Sehingga para damkar ketika memadamkan api lebih aman. “Karena jika menggunakan mobil high volume pumpers ini suplai air akan terpelihara. Karena kendala kami selama ini adalah air, unit ini membantu kami bisa mengalirkan 2 kilometer. Itu sangat membantu, kapasitasnya daerah Jakarta harus memiliki unit ini,” katanya.

Selain itu, ia menjelaskan unit submersible pump with flood module yang dianggarkan Rp 15 miliar. Menurut dia, fungsinya hampir sama dengan mobil high volume pumpers. Hanya dengan alat ini, submersible pump with flood memiliki karakter penyuplai air dengan jarak jauh lebih baik. “Jadi ini peningkatan jenis unit lebih baik kalau yang ini dia memiliki kemampuan menyuplai air dengan jarak yang lebih bagus. Kalau high volume pumpers dapat menghasilkan air lebih banyak. Jadi kita lengkap,” kata Subejo.

Menanggapi hal itu, August kembali mengatakan, pihak PSI belum tergambarkan jika empat kegiatan anggaran fantastis itu memang harus diprioritaskan. “Saya belum tergambar ini prioritas, lebih baik di wilayah lebih kuatkan. Kami tahu banyak kegiatan damkar dipertanyakan warga saat reses. Misalnya pengisian apar, bus-bus damkar di tiap kelurahan. Saya sependapat kalau menggunakan teknologi modern, tapi terlepas apakah ini yang dibutuhkan warga DKI,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi A Mujiyono langsung membuat catatan tidak disetujuinya empat anggaran fantastis kegiatan Dinas Gulkarmat oleh fraksi PSI. “Tidak disetujuinya empat kegiatan dengan catatan dialihkan kegiatan wilayah,” tegas Mujiyono. (kompas.com)

BACA:  Pohon Kembali Ditanam di Lokasi Proyek Revitalisasi Monas

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *