Dugaan Perbuatan Amoral Seorang Pendeta HKBP

TARUTUNG, PROJUSTISIANEWS.ID — Salah seorang pendeta fungsional yang bertugas melayani di HKBP Rawamangun, DKI Jakarta, mengancam mundur akibat ketidaktegasan pimpinannya terkait dugaan kasus amoral salah seorang pendeta di tubuh HKBP.

Pendeta tersebut, Bernard TP Siagian menyebut, tidak bisa menerima sikap pimpinan HKBP yang membiarkan dugaan praktik persundalan pendeta inisial RH yang melayani di gereja HKBP Rawamangun.

Bernard mengatakan, jika tidak ada upaya tegas menegakkan nilai-nilai kekristenan oleh pimpinan HKBP, maka dikhawatirkan akan muncul gerakan besar para pendeta mundur dari HKBP.

Dia pun khawatir umat di HKBP akan terpecah belah dan mundur sebagai jemaat di gereja Batak terbesar itu.

“Jika persoalan ini tidak diambil sikap tegas, jika perilaku pendeta sudah dengan entengnya melakukan persundalan dan tidak ditindak tegas, lalu untuk apalagi saya jadi pendeta? Jika sintua yang diduga pro kepada perilaku pendeta cabul dan melakukan persundalan itu pun malah menyampaikan yang tidak pantas kepada pendeta di dalam sermon, malah menuduh saya sebagai pendeta padugu-duguhon,” katanya.

Akibat ketidaktegasan pimpinan HKBP atas isu itu, dia mengatakan akan mundur dan melepas jubah kependetaan HKBP.

“Namun yang bersangkutan tidak ditegur, tidak merasa merusak tohonan kependetaan, buat apa lagi kami menjadi pendeta? Saya rela melepaskan toga kependetaan saya, dan mundur dari pendeta HKBP, apabila itu tidak ditindak tegas,” kata Bernard seperti dilansir dari sinarkeadilan.com, Senin 27 Januari 2020.

Bernard pun sudah membuat pernyataan resmi melalui surat yang sudah dikirimkan ke Ephorus HKBP Pdt Darwin Lumbantobing.

Kemudian, dia juga telah meminta dan bersurat resmi ke Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt Midian Sirait. Hal yang sama juga sudah disampaikan kepada pengurus dan jemaat HKBP Rawamangun.

Kantor Pusat Belum Tahu

Informasi dihimpun di kantor pusat HKBP Pearaja, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, dari sumber yang meminta namanya disamarkan mengatakan, mendengar kejadian itu. Hanya saja dia menyebut penanganan kasus tersebut masih wewenang kantor Distrik VIII DKI Jakarta.

“Setahu saya belum ada dibahas di rapat pimpinan kantor pusat HKBP. Yang jelas permasalahan itu adalah wewenang kantor Distrik VIII DKI Jakarta,” kata sumber kepada Tagar ditemui di Pearaja Tarutung, Senin 27 Januari 2020.

Dia mengatakan saat ini RH sudah pensiun dari jabatan pendeta HKBP Resort Rawamangun. “Setahu saya bahwa pendeta Resort HKBP Rawamangun RH sudah pensiun,” katanya.

Hingga berita ini, belum ada klarifikasi resmi dari Pimpinan Pusat HKBP di Tarutung. (tagar.id)

BACA:  Hujan Deras Akibatkan Banjir di Kabupaten Simalungun. Seorang IRT Tewas Tersengat Listrik

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *