Balai Gakkum Kalimantan dan Bea Cukai Nunukan Gagalkan Penyeludupan 10 Potong Gading Gajah dari Malaysia

SAMARINDA, PROJUSTISIANEWS.ID — Penyidik SPORC Brigade Enggang Seksi Wilayah 2 Samarinda Balai Gakkum Wilayah Kalimantan hari Rabu, 10 Juli 2019, menggagalkan penyelundupan gading gajah dan menetapkan DP (54) sebagai tersangka. DP ditangkap hari Selasa, 9 Juli 2019, Bea Cukai Nunukan, berupaya menyelundupkan 10 potong gading gajah dari Lahat Datu, Sabah, Malaysia, ke Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, saat gading gajah itu terdeteksi di mesin x-ray Pelabuhan Tunontaka Nunukan.

Tersangka ditahan di Polres Nunukan, sedangkan barang bukti berupa 10 potong gading gajah dan 1 buah drum warna biru diamankan di Kantor Balai Gakkum Wilayah Kalimantan Samarinda.

Penyidik Kementerian LHK menjerat tersangka DP dengan Pasal 40 Ayat 2 Jo. Pasal 21 Ayat 2 Huruf d Undang-Undang No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Penangkapan ini bermula dari informasi Bea dan Cukai Nunukan pada hari Selasa, 9 Juli 2019, Pukul 17.00 Wita, DP – seorang warga negara Indonesia yang bekerja di Lahad Datu, Sabah Malaysia – membawa 10 potong gading gajah yang dibungkus dan dimasukkan ke dalam drum plastik warna biru. Setibanya di Pelabuhan Tunontaka Nunukan, H (40), agent travel mengurus barang bawaan itu untuk diperiksa oleh petugas Bea dan Cukai Nunukan. Saat pemeriksaan menggunakan mesin x-ray dengan disaksikan oleh H dan pelaku DP, petugas menemukan 10 potong gading gajah.

Bea Cukai Nunukan menyerahkan gading gajah yang akan diselundupkan itu ke Balai Gakkum untuk diamankan. Kemudian Penyidik Balai Gakkum Kalimantan berkoordinasi untuk meminta bantuan penangkapan dan penahanan ke Satreskrim Polres Nunukan (sesuai dengan kewenangan PPNS). Selanjutnya Balai Gakkum Wilayah Kalimantan memproses secara hukum.

Pencegahan penyelundupan ini merupakan kerja sama yang telah terjalin baik antara Balai Gakkum Wilayah Kalimantan dengan Bea dan Cukai Nunukan, Polda Kalimantan Utara (Polres Nunukan) dan BKSDA Kalimantan Timur.

#StopWildlifeCrime

cc: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

BACA:  Rokok ARMOUR Dituding Palsu, Pemiliknya Tidak Terima

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *