Bahaya Kalau Anda Suka Meremas atau Menyimpan Kertas Thermal

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Pasti kamu bertanya tanya, apa sih kertas thermal? Kertas ini bisa ditemui dalam keseharian aktivitas kamu, seperti saat berbelanja, melakukan transaksi, mengambil uang atau melakukan transfer di mesin ATM. Bahkan saat kamu memiliki tiket konser untuk menonton pertunjukan musisi kesayangan, maupun tiket pesawat saat akan bepergian.

Sayangnya tidak banyak orang yang tahu jika struk atau tiket dari kertas thermal ini mengandung zat kimia beracun BPA dan BPS yang berbahaya bagi tubuh. Berikut penjelasannya:

Apa itu kertas thermal?

Kertas thermal biasanya dikemas dalam bentuk rol atau dikenal dengan sebutan thermal paper roll. Kertas ini biasa digunakan dalam mesin faksimili, struk belanja, struk ATM, tiket pesawat maupun tiket konser. Kertas tergolong jenis thermal karena kertas ini memang bekerja berdasarkan panas/thermal yang dikenakan pada bahan kertas tersebut.

Dalam mencetak dokumen melalui mesin faks, ATM atau mesin lainnya, digunakan kertas khusus yaitu thermal paper yang peka terhadap panas (heat-sensitive thermal). Thermal Paper adalah kertas yang dipenuhi dengan bahan kimiawi yang akan berubah warna ketika dipanaskan. 

 

Foto: hallodoc.com

Permukaan thermal paper dilapisi campuran bahan pewarna yang padat dan kandungan yang sesuai, seperti fluoran leuco dye dan octadecylphosphonic acids. Thermal paper juga mengandung konsentrat BPA (Bisphenol A) dan BPS (Bisfenol S) yang cukup tinggi, yaitu bahan pemecah endokrin.

BPA dan BPS adalah bahan kimia yang digunakan untuk penguat warna pada struk kertas thermal. Bahan kimia ini tidak hanya digunakan dalam struk belanja, tapi juga dalam plastik dan lapisan wadah makanan dan minuman.

Selain pada mesin faks, printer thermal digunakan juga untuk keperluan mencetak struk di SPBU, daftar harga, label barcode, struk di mesin ATM, maupun pada pembayaran tunai atau non tunai di kasir maupun bukti pembayaran lainnya seperti tiket konser dan tiket pesawat.

Bahaya menyimpan kertas thermal

Jika kamu sering menyimpan kertas struk belanja atau struk lainnya di dompet maupun kantong celana/baju, risiko yang bisa mengintai adalah kanker payudara, kanker prostat, diabetes dan obesitas.  

Foto: doktersehat.com

Seperti dikutip dari doktersehat.com, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan di Taiwan, sekitar 20 sampel dari kertas struk ATM, beberapa lembar kertas struk belanja, 7 kertas faksimile dan beberapa kertas dari kantor pos di cek kandungan kimianya. Hasil dari penelitian ini adalah, 60 persen dari dari sampel tersebut mengandung bahan kimia BPA yang bersifat karsinogenik.

Dari 18 hingga 28 sampel tersebut, diketahui bahwa kandungan kimia di dalam kertas mencapai 10 hingga 50 ppm atau parts per million. Jumlah ini tergolong sangat tinggi sehingga bisa menyebabkan datangnya masalah kesehatan seperti pubertas dini, obesitas, serta kanker. Walaupun dalam dosis yang sangat sedikit, terdapat bukti yang menunjukkan bahwa BPA yang ada di struk belanja bisa memicu kanker.

Bahaya meremas kertas thermal

Saat kamu melakukan transaksi atau mengambil uang di mesin ATM biasanya akan menerima kertas struk. Setelah melihat data yang ada di kertas, sebagian orang akan meremas kertas struk tersebut sebelum dibuang. Ternyata meremas kertas struk dari mesin ATM atau struk belanja sama bahayanya dengan menyimpan struk di dompet atau di kantong celana. 

Masalahnya adalah, bahan kertas thermal ini memiliki bahan kimia BPA dan BPS yang berpotensi menyebabkan datangnya beberapa penyakit termasuk penyebab munculnya penyakit kanker. Kertas ini juga akan cenderung mudah berubah warna saat terpapar panas. 

Organisasi Perlindungan Lingkungan Hidup AS dalam penelitian yang mereka lakukan disebutkan jika kita menyentuh 2,5 mikrogram BPA yang bisa ditemukan di dalam kertas struk ATM selama 10 detik saja, maka kita akan terpapar bahaya dari bahan bersifat karsinogenik tersebut. Bahkan, risiko ini akan meningkat 1,5 kali lipat jika kita meremas kertas struk ATM tersebut.

Bisa menyerap dalam kulit

Kontak dengan kertas termal membuka peluang paparan BPA dan BPS ke dalam tubuh, baik melalui transfer langsung ke kulit, maupun transfer oral lewat makanan yang tersentuh kontaminan tangan. Namun, paparan paling mudah terjadi lewat kulit, BPA dan BPS bisa meresap ke lapisan bawah kulit dan masuk ke aliran darah.

Seperti yang dilansir dari Plastic Pollution Coalition, AS, BPA yang ada di kertas struk bisa mengganggu sistem reproduksi pada pria dan wanita. Hal tersebut dapat terjadi akibat menyerapnya senyawa kimia yang menyerupai estrogen tersebut ke dalam kulit. 

Kandungan BPA dan BPS ini bisa dengan mudah diserap kulit jika kamu memegang struk dengan jari yang lembab atau baru saja menggunakan lotion. Tak hanya itu, jika kamu tidak mencuci tangan usai menyentuh atau meremas kertas struk belanjaan atau struk ATM maka bahan kimia tersebut juga bisa masuk ke dalam tubuh. 

Parahnya lagi belum banyak orang yang paham bahwa paparan BPA kertas thermal bisa jadi lebih berbahaya dari BPA plastik. Massa total BPA kertas thermal bisa mencapai 250-1000 kali lebih besar dari BPA pada kaleng makanan, kaleng susu formula, atau botol bayi plastik.

Bagaimana dengan di Indonesia?  

Namun, hal ini berbeda dengan Indonesia, seperti dilansir warstek.com, (16/4/2019), Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Agus Nurali mengatakan “Memang ada informasi kertas print dari ATM itu mengandung bisphenol A (BPA) yang mungkin berdampak buruk pada kesehatan.”

Namun ia menambahkan perlu adanya informasi dari hasil kajian tentang bagaimana struk ATM berdampak pada kesehatan manusia. “Uji klinis yang tidak mudah saya rasa, ini peranan lembaga penelitian atau akademisi untuk memfasilitasinya. Mudah-mudahan dampaknya nanti kepada kebijakan pemerintah terkait penggunaan plastik.” jelasnya.

Pencegahan yang bisa dilakukan

Jika kamu tidak ingin terpapar racun BPA dan BPS, yang ada pada struk kertas thermal, mulailah untuk membuang kertas tersebut ke tempat sampah agar tidak bertahan lama di sana. Selain itu ada beberapa cara yang harus kamu perhatikan agar mengurangi resiko terpapar racun BPA dan BPS ini, yaitu:

  1. Terdapat cara khusus untuk mengetahui apakah struk belanja yang kamu terima mengandung BPA/BPS atau tidak. Cobalah untuk menggores sisi pada struk belanja kamu. Jika terdapat tanda gelap, maka bisa jadi struk tersebut mengandung BPA.
  2. Jika memungkinkan, jangan menerima struk saat belanja atau saat mengambil uang di ATM.
  3. Apabila harus menerima struk belanja atau struk dari mesin ATM (jika melakukan transfer uang), cobalah untuk menyentuh bagian belakang dan sisi kertas struk karena biasanya hanya mengandung BPA yang lebih sedikit.
  4. Jangan simpan struk di dompet atau di dalam kantong celana/baju, lebih baik simpan pada sebuah amplop kosong. Pasalnya racun BPA dan BPS dapat menempel pada uang atau barang-barang di dompet kamu, maupun menempel pada kain di kantong celana/baju, sehingga berbahaya bagi kesehatan.
  5. Jangan lupa selalu cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir, setelah kamu memegang struk belanja atau struk ATM.
  6. Jangan menggunakan pembersih tangan berbahan kimia untuk membersihkan tangan kamu usai memegang struk kertas thermal. 
Foto: haibunda.com

Sumber: opini.id

BACA:  Pertolongan Pertama untuk Orang Terkena Serangan Jantung Mendadak

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *