Akbar Himawan Bakal Jadi Tersangka? JLJ: Lebih Baik Tunggu KPK

JAKARTA, PROJUSTISIANEWS.ID — Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Akbar Himawan Buchari bepergian ke luar negeri diapresiasi. Semua pelaku yang terlibat korupsi terkait proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Medan diharapkan diproses oleh komisi anti rasuah.

“Pelarangan ke luar negeri dilakukan untuk kebutuhan penyidikan. Tentu saja kita percaya langkah itu sebagai bagian dari upaya KPK mengusut semua pelaku yang terlibat. Tidak hanya penerima tapi juga menjerat si pemberi,” ujar ketua Journalist of Law Jakarta (JLJ) Edward Panggabean, Rabu (6/11/2019).

Meski begitu ia enggan mendahului soal status tersangka yang bisa saja dikalungkan terhadap Akbar sekalipun sebelum diterbitkan surat cegah, anggota DPRD Sumatera Utara yang juga pengusaha muda itu pernah diagendakan untuk menjalani pemeriksaan namun mangkir dengan alasan berobat ke Malaysia. Selain itu kediaman Akbar di kawasan Jalan DI Panjaitan telah digeledah tim penyidik KPK.

“Lebih baik kita tunggu KPK saja. Tetapi memang biasanya kalau sudah dicekal berarti ada sesuatu. Dalam waktu singkat saksi bisa naik kelas jadi tersangka,” katanya.

Untuk diketahui, surat cegah Akbar Himawan dari perjalanan keluar negeri berlaku selama enam bulan ke depan terhitung sejak 5 November 2019. Pencegahan dilakukan karena KPK menemukan fakta adanya keterkaitan Akbar dalam kasus dugaan suap terkait proyek dan jabatan di lingkungan Pemkot Medan yang menjerat Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin. Beredar informasi uang suap yang diterima Dzulmi Eldin yang diserahkan Kadis PUPR Isa Ansyari antara lain berasal dari Akbar.

Pada saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada Dzulmi Eldin, nama Akbar Himawan Buchari disebut-sebut ikut tertangkap namun kabar tersebut buru-buru dibantah. Akbar mengaku sedang berada di Malaysia untuk melakukan pengobatan saat terjadinya OTT.

Meski membantah terlibat Akbar mengaku memiliki kedekatan dengan Dzulmi Eldi. Ia menganggap Dzulmi seperti ayah angkatnya.

Pasca OTT yang dilakukan KPK, kabar bahwa Akbar terkait dengan proyek-proyek di Pemkot Medan terutama di Dinas PU jadi perbincangan di kalangan terbatas. Disebutkan bahwa Akbar dibeking menantu orang penting di tanah Air sehingga pria berusia 31 tahun itu bersama jejaringnya mampu menggeser dominasi seorang pengusaha kontraktor yang puluhan tahun menikmati berbagai proyek di Medan. (katta.id)

BACA:  Hujan Deras Akibatkan Banjir di Kabupaten Simalungun. Seorang IRT Tewas Tersengat Listrik

Facebook Comments

Default Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *